Semarang, bimasislam—Untuk mendukung program pengembangan Sistem Informasi Manajemen Bimas Islam (SIMBI) dalam rangka meningkatkan kinerja dan pelayanan publik, Ditjen Bimas Islam telah merancang program pengembangan SIMBI sebagai Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2015. “Tahun 2014 Bimas Islam telah mengagendakan program dan anggaran pengembangan SIMBI di seluruh provinsi dan pengadaan laptop, serta BIMTEK di 5 provinsi, tahun 2015 direncanakan penganggaran untuk 33 provinsi dan 100 Kemenag Kabupaten/Kota prioritas”, demikian dikatakan oleg Sekretris Ditjen Bimas Islam, Prof. Dr. H. Muhammadiyah Amin, M. Ag. Dalam pengarahannya pada Koordinasi Pengembangan SIMBI di hotel Horison, Semarang (6/4).
Lebih lanjut Amin menandaskan bahwa Bimas Islam sangat serius memanfaatkan teknologi informasi untuk menunjang kerja dan pelayanan. “Ini menjadi keniscayaan, Perkembangan Teknologi Informasi harus jadi momentum meningkatkan kualitas pelayanan umat. Karena itu, Bimas Islam harus mempu meningkatkan layanan publik berbasis IT. Apalagi UKP4 telah menjadi layanan KUA sebagai salah satu barometer layanan Kementerian Agama”, ujarnya.
Pada sesi tanya jawab, ada peserta yang menyampaikan bahwa kegiatan ini sepertinya ada kesan ingin mengecilkan peran SIMKAH yang terlebih dahulu ada. Menurut penanya, harusnya yang menjadi induk itu SIMKAH, bukan SIMBI yang baru datang kemudian. Menanggapi pertanyaan ini, mantan rektor IAIN Gorontalo ini menegaskan bahwa SIMBI merupakan payung seluruh aplikasi yang ada di lingkungan Bimas Islam. Jadi SIMKAH itu merupakan salah satu aplikasi dalam SIMBI, sebagaimana aplikasi seperti SIMAS, SIWAK, SIMZAT, BIDA, SIMONIK, PUSTAKA DIGITAL BIMAS, dan lain-lain. “SIMBI harus kita dukung bersama, mari kita berfikir terbuka, menjalin kebersamaan untuk tujuan yang lebih besar. Regulasi SIMBI akan segera keluar dan akan menjadi acuan bersama dalam pengelolaan dokumentasi dan informasi keagamaan Bimas Islam”, tutupnya. (asfan/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



