Jakarta, Bimas Islam — Generasi Z memiliki kekuatan besar yang sering kali tidak disadari, yaitu kemampuan menyebarkan pesan positif kepada ribuan orang hanya melalui satu konten digital. Pesan itu disampaikan Pendakwah Muda Gus Romzi Ahmad dalam kegiatan Muharaman Bersama Gen Z bertema Menebar Maslahat, Menguatkan Umat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (16/6/2026).
Menurutnya, ruang digital telah membuka peluang baru bagi generasi muda untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Ia menilai media sosial tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga dapat berfungsi sebagai media edukasi, dakwah, dan penguatan nilai-nilai kebaikan.
“Satu konten kebaikan yang ditonton seribu orang itu setara dengan menyampaikan ceramah kepada seribu orang di sebuah masjid besar. Ini kekuatan yang dimiliki generasi hari ini dan perlu dimanfaatkan untuk hal-hal yang bermanfaat,” ujarnya.
Gus Romzi mengatakan, generasi muda saat ini tumbuh bersama teknologi. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang memandang teknologi sebagai alat bantu, Gen Z hidup dalam ekosistem digital yang menjadi bagian dari keseharian mereka. Karena itu, pendekatan dakwah dan pembinaan generasi muda perlu menyesuaikan dengan karakter zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai agama.
Ia juga menilai keberanian Gen Z dalam mencoba hal-hal baru merupakan modal penting untuk melahirkan inovasi dan perubahan. Namun, keberanian tersebut perlu dibarengi pemahaman agama yang memadai agar tetap memiliki arah dan batasan yang jelas dalam kehidupan.
“Anak-anak muda memang berani mengambil risiko dan mencoba sesuatu yang baru. Tetapi mereka tetap membutuhkan nilai dan panduan agar tidak kehilangan arah,” katanya.
Menurutnya, kajian keagamaan tetap menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat. Melalui penguatan literasi keagamaan, generasi muda dapat memahami prinsip-prinsip kehidupan sekaligus membangun sikap yang bijak dalam menghadapi berbagai perubahan sosial.
Ia juga mengapresiasi peluncuran penyusunan Kosa Isyarat Keislaman Indonesia (KOSMIN) oleh Kementerian Agama. Ia menilai langkah tersebut akan memperluas akses pembelajaran agama bagi komunitas tuli, termasuk di lingkungan pesantren yang memiliki santri penyandang disabilitas pendengaran. Kehadiran standar nasional kosa isyarat keislaman dinilai penting untuk mendukung layanan keagamaan yang lebih inklusif.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam), Abu Rokhmad, mengatakan, generasi muda merupakan mitra strategis dalam menyebarkan nilai-nilai kemaslahatan di ruang digital. Karena itu, Kementerian Agama terus mendorong lahirnya ruang-ruang kreatif yang memungkinkan Gen Z berkontribusi bagi kehidupan keagamaan dan kebangsaan.
Menurut Abu Rokhmad, kegiatan Muharaman Bersama Gen-Z menjadi momentum untuk memperkuat keterlibatan generasi muda dalam membangun ekosistem keagamaan yang ramah, terbuka, dan relevan dengan perkembangan zaman. Pendekatan tersebut sejalan dengan arah kebijakan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang menempatkan kemaslahatan, inklusivitas, dan pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat sebagai prioritas pembangunan bidang agama.
“Kami ingin generasi muda menjadi bagian dari solusi, menjadi agen penyebar kebaikan, sekaligus penggerak kemajuan umat melalui berbagai medium yang mereka kuasai, termasuk ruang digital,” ujar Abu.
Lebih lanjut, Abu menjelaskan bahwa KOSMIN disusun untuk menghadirkan standar nasional kosa isyarat keislaman yang dapat digunakan oleh penyuluh agama, juru bahasa isyarat, guru agama, KUA, pengurus masjid, dan komunitas tuli. Program tersebut diharapkan memperkuat akses layanan keagamaan bagi sekitar 22,97 juta penyandang disabilitas di Indonesia sekaligus memastikan hak-hak keagamaan mereka dapat terpenuhi secara lebih baik.
Sebagai informasi, Muharaman Bersama Gen-Z merupakan salah satu rangkaian program Peaceful Muharam 1448 H yang digelar Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama dalam menyambut Tahun Baru Islam. Mengusung tema Menebar Maslahat, Menguatkan Umat, kampanye ini dirancang untuk menguatkan nilai kedamaian, kemanusiaan, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat luas.
An/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



