Seoul, bimasislam-- Warga Muslim di Korea Selatan memang menjadi minoritas, namun kualitas keagamaannya tidak kalah dengan yang mayoritas berpenduduk muslim, hal itu bisa dilihat dari aktivitas kegiatan keagaman, tingkat kesejahteraan dan sarana Ibadah.
Pekan lalu(21/9), bimasislam berkesempatan mengunjungi Ansan Masjid, di Kota Ansan, Korea Selatan (Korsel). Masjid ini memiliki sejarah panjang, letaknya strategis karena ditengah-tengah kota dan padat penduduk, sangat dibutuhkan muslim yang tinggal diperantauan. Embrio masjid ini sudah adasejak eratahun 1990 an, dan sejak lama sudah difungsikan sebagai tempat Ibadah bagi warga muslim di negeri yang terkenal akan gingsennya ini. Bahkan sejak setahun lalu, masjid ini direnovasi menjadi bangunan megah, berlantai empat dan menjadi Islamic Centre.
Selain muslim Korsel, masjid ini dimakmurkan pendatangdari Indonesia, Pakistan, Banglades dan Usbekistan. Kepada bimasislam Ketua Masjid, Ust. Dwi Cahyono mengungkapkan bahwa muslim Indonesia memiliki aula khusus di lantai 3 yang difungsikan untuk berbagai kegiatan keagamaan dan sosial. “Disini selain sebagai tempat silaturahim juga dilaksanakan kegiatan untuk memakmurkan masjid, seperti pengajian tafsir, rutinitas pembacaan yasin bersama dan manasik haji, juga sebagai tempat untuk melangsungkan pernikahan”,ungkap Ust. Dwi.
Selain itu, setiap hari jumat, masjid ini selalu dipenuhi muslim dari berbagai daerah di Korsel, bahkan ada yang harus menempuh jarak puluhan kilo meter. Hal itu dikatakan Budi Aryanto, salah satu Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Korsel. “Jumlah Masjid yang ada sangat terbatas, sehingga banyak jamaah yang datang sejak pagi untuk mengikuti shalat jumah”, ujar pemuda asal Boyolaliini.
Sejatinya ada beberapa masjid resmi Korea Muslim Federation (KMF), seperti Seoul Central Masjid Itaewon, masjid Umar bin Khattab di Gwangju, masjid Paju (Daerah Paju), masjid Anyang (Daerah Anyang), masjid Abu Bakar As-Sidiq di Jeonju dan masjid Saidina Bilal di Changwon.
Selain itu ada juga beberapa masjid yang didirikan oleh Komunitas Muslim Indonesia (KMI) diantaranya, masjid Al-Mujahidin di Incheon, Al-falah di daerah Guro, At-Taubah Gwangju, An-Noor Daejon, Darrussalam Parran, Al-Ikhlas Uijeongbu, dan Al-barokah Gimhae. Juga terdapat musholla yang tersebar sedikitnya di 35 lokasi.
Ditempat terpisah, Ketua PCI NU Korsel, Yusuf Muhammad menyampaikan, organisasi keagamaan yang berada di Korsel aktif menyelenggarakan kegiatan yang bersifat pelatihan dan siraman rohani, salah satunya pada tanggal 28 september 2014, pihaknya bekerjasama dengan Masjid An-Noor Daejon akan menggelar pengajian akbar dengan mengusung tema besar “Membumikan Islam melalui Dakwah bil Hikmah yang Rahmatan Lil ‘Alamin dan dihadiri Ketua Umum PBNU, Prof. Dr. KH. Said Aqil Sirad. (syamsuddin/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



