Segala yang ada di alam pada hakekatnya mengandung kebaikan dan manfaat untuk dikonsumsi atau digunakan manusia, kecuali hanya sedikit yang dilarang. Hal ini menjadi bahasan oleh Nasaruddin Umar di acara talkshow IHBF pada 4 Desember 2015. Hadir juga M. Thoha dan Ilham Habibie dari kalangan pengusaha yang giat mengkampanyekan sadar halal.
Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengonsumsi atau menggunakan produk halal dalam satu dekade terakhir, disikapi sigap oleh pelaku usaha. Pelaku usaha berkompetisi dalam menyuplai produk yang diminta masyarakat, diantaranya pangan, pakaian dan kosmetik. Tetapi isu yang berkembang dikalangan pelaku usaha adalah sulitnya mencari bahan baku yang halal. Keberadaan bahan baku yang belum dapat dipastikan kehalalannya terutama bahan baku yang diimpor dari luar negeri, membuat para pengusaha khawatir akan terkendala dalam pengadaan bahan baku halal.
Nasaruddin dalam hal ini menegaskan bahwa sesungguhnya ketersediaan yang haram dialam ini sangatlah sedikit, sedangkan yang halal itu sangatlah banyak. Oleh karena itu para pelaku usaha tidak perlu khawatir, nantinya para penyumplai bahan baku akan mengikuti permintaan pasar produk halal. Yang terutama adalah pelaku usaha harus istiqomah dalam memproduksi produk halal. Bekerja haruslah bernilai ibadah, apa manfaatya kalau karya yang kita hasilkan berakibat buruk untuk umat.
Pada sesi penutup tokoh lintas agama ini berpesan bahea halal tidak hanya sebatas aturan, tetapi berpengaruh pada perilaku manusia, oleh katena itu pastikan apa yang dimakan atau yang digunakan itu halal (lady/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



