Nusantara, Bimas Islam — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama menggelar kegiatan NgabubuRead di Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu (7/3/2026). Kegiatan ini mengajak generasi muda untuk menghidupkan kembali budaya membaca melalui diskusi keislaman dan literasi sambil menunggu waktu berbuka puasa.
Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, mengatakan bahwa membaca merupakan fondasi penting bagi kemajuan peradaban. Ia mengingatkan bahwa perintah pertama dalam Islam adalah membaca, sehingga budaya literasi perlu terus diperkuat di tengah masyarakat, terutama di kalangan generasi muda.
“Membaca bukan sekadar aktivitas biasa. Perintah pertama dalam Al-Qur’an adalah iqra, bacalah. Dari situlah peradaban dibangun,” ujar Abu dalam sambutannya.
Menurutnya, kebiasaan membaca tidak hanya berkaitan dengan kitab suci, tetapi juga mencakup upaya memahami realitas kehidupan. Ia mengajak masyarakat membaca dua sumber pengetahuan sekaligus, yakni ayat-ayat wahyu dan ayat-ayat semesta yang terbentang di alam.
“Kalau kita ingin hidup dengan baik dan tidak tersesat, kita harus membaca. Membaca kitab suci sebagai pedoman moral, sekaligus membaca ayat-ayat kauniyah yang terbentang di alam semesta,” katanya.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, menjelaskan, kegiatan NgabubuRead dirancang sebagai ruang literasi yang menggabungkan diskusi keislaman dengan penguatan budaya membaca, terutama bagi generasi muda.
Ia menuturkan, program ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan literasi digital yang moderat sekaligus memperkuat budaya membaca di tengah masyarakat yang semakin akrab dengan ruang digital.
“Tema 'Seimbang Bekerja, Bijak Merawat Diri' kami angkat untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi,” ujar Arsad.
Menurut Arsad, keseimbangan hidup menjadi isu penting bagi aparatur sipil negara (ASN) maupun generasi muda yang aktif di ruang digital. Kesehatan mental, katanya, berpengaruh langsung terhadap produktivitas kerja dan kualitas pelayanan publik.
“Bagi seorang ASN, kesehatan mental sangat memengaruhi produktivitas dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, literasi, refleksi diri, dan ruang dialog seperti ini penting untuk terus dihadirkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan literasi di masjid diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari penguatan fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan peradaban.
Sementara itu, Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut di kawasan Ibu Kota Nusantara. Ia menilai program literasi yang digelar di masjid sejalan dengan semangat pembangunan IKN sebagai kota yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kuat secara sosial dan budaya.
Ia mengatakan, masjid di kawasan IKN diharapkan dapat berkembang sebagai ruang aktivitas masyarakat yang produktif dan inklusif, termasuk dalam penguatan literasi dan pengembangan budaya keilmuan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berkembang. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial, literasi, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Alimuddin.
Kegiatan NgabubuRead ini diikuti sekitar 1.000 peserta dari berbagai kalangan. Turut hadir para pejabat dari Kementerian Agama dan Badan Otorita IKN.
An/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



