Jakarta, Bimas Islam — Kementerian Agama akan menggelar Nikah Fest 2026 pada 27–28 Juni 2026. Kegiatan yang mengusung konsep One Stop Nikah Solution ini menghadirkan berbagai layanan dan edukasi seputar pernikahan dalam satu lokasi.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, mengatakan, Nikah Fest merupakan upaya menghadirkan layanan keagamaan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung terbentuknya keluarga yang kuat dan berkualitas sejak tahap persiapan pernikahan.
Menurut Abu, Nikah Fest tidak hanya menghadirkan layanan pencatatan nikah dan edukasi perkawinan, tetapi juga berbagai fasilitas yang dibutuhkan calon pengantin dalam mempersiapkan pernikahan.
“Konsep yang kami usung adalah One Stop Nikah Solution. Jadi masyarakat bisa mendapatkan berbagai layanan terkait pernikahan dalam satu kegiatan, mulai dari edukasi, konsultasi, hingga kebutuhan teknis penyelenggaraan pernikahan,” ujar Abu Rokhmad dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Peaceful Muharam 1448 H bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama se-Indonesia di Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Salah satu agenda yang akan hadir dalam Nikah Fest adalah Golek Garwo atau Ta’aruf Session. Program ini dirancang untuk memfasilitasi pertemuan calon pasangan secara terarah, nyaman, dan sesuai dengan nilai-nilai syariat Islam.
Melalui sesi tersebut, peserta dapat saling mengenal dalam suasana yang terarah dan didampingi sehingga proses pencarian pasangan berlangsung lebih bertanggung jawab dan sejalan dengan prinsip keluarga sakinah.
Selain itu, pengunjung dapat mengikuti Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang memberikan pembekalan mengenai kehidupan rumah tangga, komunikasi keluarga, pengelolaan konflik, hingga penguatan ketahanan keluarga.
Nikah Fest juga akan menghadirkan Islamic Wedding Expo yang melibatkan pelaku industri pernikahan. Hingga saat ini, sebanyak 44 vendor telah bergabung dalam kegiatan tersebut.
Berbagai layanan yang tersedia mencakup penyedia venue pernikahan, katering, wedding organizer (WO), dekorasi, dokumentasi, busana pengantin, serta kebutuhan pendukung lainnya. Kehadiran para vendor diharapkan memudahkan calon pengantin memperoleh informasi dan memilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan mereka.
Selain pameran pernikahan, Nikah Fest juga akan menggelar nikah massal sebagai bagian dari upaya memperluas akses layanan pernikahan bagi masyarakat.
Abu berharap Nikah Fest dapat menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku industri pernikahan dalam membangun ekosistem layanan perkawinan yang inklusif dan mudah diakses.
Menurutnya, pernikahan bukan sekadar peristiwa seremonial, melainkan fondasi penting dalam membangun keluarga yang kuat dan berkualitas. Karena itu, persiapan yang matang menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan keluarga yang harmonis dan berketahanan.
“Melalui Nikah Fest, kami ingin menghadirkan layanan yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memberikan edukasi bahwa pernikahan tidak hanya tentang acara resepsi, tetapi juga tentang kesiapan membangun keluarga yang sakinah, mawadah, dan rahmah,” pungkasnya.
Msk/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



