Jakarta, Bimas Islam — Pemerintah menggelar peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah tingkat kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Kegiatan ini menghadirkan 77 anak yatim dari berbagai daerah sebagai bagian dari rangkaian ibadah pada malam ke-21 Ramadan. Acara tersebut juga dihadiri ulama, tokoh agama, pimpinan lembaga negara, serta masyarakat.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam sambutannya mengajak seluruh tamu yang hadir untuk bersyukur atas kesempatan berkumpul dalam momentum turunnya Al-Qur’an.
“Kita bersyukur masih diberi kesehatan dan dapat hadir bersama pada peringatan Nuzulul Qur’an tahun 1447 Hijriah. Hari ini bertepatan dengan Ramadan hari kedua puluh dan malam kedua puluh satu, malam ganjil. Kita percaya Lailatul Qadar turun pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan. Semoga ini menambah kebaikan dan keberkahan bagi kita semua,” ujar Presiden.
Presiden menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memahami dan meresapi ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. “Peringatan Nuzulul Qur’an ini menjadi kesempatan bagi kita semua untuk memahami dan meresapi makna ajaran yang terdapat dalam Al-Qur’an,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Presiden juga menegaskan bahwa kepemimpinan merupakan amanah untuk melindungi dan menyejahterakan seluruh rakyat. “Tugas saya sebagai Presiden Republik Indonesia adalah melindungi seluruh tumpah darah Indonesia dan seluruh rakyat Indonesia. Apa pun sukunya, rasnya, dan agamanya, semuanya harus dilindungi, dijaga, diurus, dirawat, dan dibina,” tegasnya.
Presiden juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam penyelenggaraan pemerintahan serta memberantas praktik korupsi yang merugikan negara dan rakyat.
“Kita harus menghilangkan korupsi dan penyelewengan, serta semua praktik yang tidak benar dan tidak baik yang dilarang oleh semua agama. Itu ajaran agama dan juga pelajaran dari sejarah. Tidak ada negara yang berhasil jika pemerintahnya tidak mampu membersihkan diri dari korupsi,” ujarnya.
Peringatan Nuzulul Qur’an di Istana Negara tahun ini juga menjadi momentum kepedulian sosial dengan mengundang anak yatim mengikuti rangkaian kegiatan. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa nilai-nilai Al-Qur’an tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama.
Msk/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



