Batam, Bimas Islam — Kementerian Agama (Kemenag) mengapresiasi program Rumah Belajar Mualaf (RBM) LAZ Batam yang memadukan pembinaan keimanan dan pemberdayaan ekonomi bagi asnaf mualaf. Apresiasi tersebut disampaikan Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Waryono Abdul Ghafur, saat melakukan kunjungan pembinaan dan monitoring pendistribusian serta pendayagunaan zakat di Kota Batam, Sabtu (24/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Kemenag meninjau langsung pelaksanaan RBM yang telah berjalan sejak 2013. Program ini dinilai sebagai model pembinaan mualaf yang konsisten, terstruktur, dan berbasis komunitas, sekaligus menunjukkan praktik baik pendayagunaan zakat yang berkelanjutan.
“Pembinaan mualaf tidak boleh berhenti pada penyaluran bantuan sesaat. Yang lebih penting adalah memastikan keyakinan, pemahaman keislaman, dan ketahanan sosial ekonomi mereka terus tumbuh. Rumah Belajar Mualaf LAZ Batam merupakan contoh praktik baik pendayagunaan zakat yang berorientasi pada proses, bukan sekadar output,” ujar Waryono.
Ia menjelaskan, RBM menerapkan pendekatan pembinaan komprehensif, meliputi penguatan akidah, pembelajaran ibadah praktis seperti salat dan wudu, literasi baca tulis Al-Qur’an, serta pembentukan akhlak. Program ini juga dilengkapi pemberdayaan ekonomi melalui pelatihan keterampilan dan dukungan usaha bagi mualaf yang masuk kategori fakir dan miskin.
Menurut Waryono, integrasi antara pembinaan spiritual dan peningkatan kesejahteraan tersebut sejalan dengan kebijakan nasional pendayagunaan zakat yang berorientasi pada dampak jangka panjang bagi mustahik.
Kegiatan RBM digelar secara rutin tiga kali dalam sepekan dan berlokasi di kawasan permukiman warga Kecamatan Sagulung agar mudah diakses para mustahik. Selain pembelajaran kelas, LAZ Batam juga mengembangkan metode variatif, seperti wisata dakwah, guna menciptakan suasana belajar yang inklusif dan menyenangkan.
Hingga saat ini, RBM membina sedikitnya 17 mualaf binaan inti yang aktif, mayoritas perempuan, serta menjangkau puluhan mualaf lain, termasuk dari komunitas Suku Laut di wilayah penyangga Kota Batam.
Dalam kesempatan tersebut, Waryono juga memberikan motivasi langsung kepada para mualaf binaan. Ia mengungkapkan, negara hadir melalui instrumen zakat untuk mendampingi mualaf agar tetap istikamah dan percaya diri sebagai bagian dari umat.
“Jangan pernah merasa sendiri. Zakat hadir bukan hanya sebagai bantuan ekonomi, tetapi sebagai wujud kepedulian umat dan negara agar Bapak dan Ibu tumbuh menjadi muslim yang kuat iman, berakhlak, dan mandiri,” pesannya.
Waryono mendorong agar praktik baik RBM LAZ Batam dapat direplikasi di daerah lain dengan menyesuaikan karakteristik lokal. Ia juga menekankan pentingnya tata kelola yang akuntabel dan profesional, mengingat seluruh pendanaan program bersumber dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat yang harus dipertanggungjawabkan secara transparan.
And/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



