Yogyakarta, bimasislam-- Sosialisasi nikah gratis yang dilakukan Ditjen Bimas Islam dalam Perayaan Malam Pasar Sekaten (PMPS) terbilang berhasil. Pasalnya sejak awal banyak kalangan muda, khususnya mahasiswa/i yang tertarik dan bertanya prihal tulisan yang berbunyi "Mau nikah di KUA gratis bro, dirumah bayar 600 ribu".
Info nikah gratis menyedot perhatian karena memakai media balon yang tampak unik. Tidak sedikit anak muda yang berebut ingin memiliki. Disisi lain balon yang dibagikan gratis itu juga tertulis ajakan untuk menjauhi korupsi.
Salah satu yang penasaran prihal nikah gratis adalah Naufal Nurul Ai'syah (19), mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dirinya mengaku baru mengetahui aturan nikah dengan biaya nol rupiah."Bagus sekali, ini sangat membantu masyarakat yang kurang mampu sekaligus meringankan", ujar Mahasiswi Fakultas Peebankan ini.
Selain info nikah gratis, panitia pameran juga membagikan sticker khas anak muda, diantaranya ajakan konsumsi produk halal, ajakan berwakaf dan zakat, gerakan magrib mengaji, serta seruan menjaga keluarga agar senantiasa sakinah.
Sekaten merupakan kegiatan rutin, diadakan setiap tahun di bulan Maulud (Rabiul Awal). Selain untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, sekaten memiliki banyak cerita, salah satunya yang berkembang di masyarakat makna dari sekaten yaitu berasal dari kata Syahadatain atau dua kalimat syahadat. Diadakan di alun-alun utara Keraton. Upacara ini dulunya dipakai oleh Sultan Hamengkubuwana I, pendiri keraton Yogyakarta untuk mengundang masyarakat mengikuti dan memeluk agama Islam. (syamsuddin/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



