Jakarta, bimasislam— Pariwisata merupakan kekuatan utama mendorong tumbuh dan berkembangnya sektor perekonomian. Termasuk pariwisata halal yang belakangan ini semakin jadi fokus banyak negara.
"Sebagaimana agenda pembangunan nasional, memperkuat kerja sama global dan regional salah satunya", papar Netti Muharni, Asisten Deputi Kerjasama Ekonomi Regional dan Sub Regional, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI pada acara FGD Identifikasi Kegiatan IMT-GT NEW IB 2017-2021 di ruang rapat Serayu, Kemenko Perekonomian Jakarta (21/11). Netti menjadi pimpinan rapat pada acara FGD tersebut.
IMT-GT merupakan kerja sama ekonomi sub regional antara Indonesia, Malaysia dan Thailand yang tergabung dalam Growth Triangle dengan pengembangan ekonomi yang saling melengkapi.
FGD diikuti perwakilan 48 instansi/lembaga pusat dan daerah yang terkait dengan perekonomian Indonesia, dimana masing-masingnya menyampaikan usulan program kerja sama IMT-GT. Termasuk Kementerian Agama, yang diwakili utusan Ditjen Bimas Islam dengan fokus bahasan halal tourism dan halal industry.
Pariwisata halal mampu mendorong para pelaku usaha untuk memproduksi produk yang terstandar. Begitu juga akan memacu pemerintah derah berbenah meningkatkan kualitas layanan bagi publik.
Lebih lanjut Netti menyampaikan bahwa IMT-GT menjadi strategi dalam kerja sama yang saling menguntungkan dengan produk unggulan dan prioritas sesuai dengan bidang yang dikerjasamakan. Begitu juga dengan peningkatan koordinasi antar instansi baik di pusat maupun daerah tentang kerja sama regional dibidang ekonomi.
(lady/bimassislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



