Semarang, Bimas Islam — Sebanyak 288.262 orang menyanyikan Mars Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) secara hybrid dalam rangkaian pembukaan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah. Aksi tersebut dianugerahi Rekor Dunia Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai rekor pemrakarsa menyanyikan Mars MTQ secara hybrid oleh peserta terbanyak.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan capaian tersebut menjadi salah satu bukti bahwa MTQ Nasional tidak hanya berlangsung sebagai ajang perlombaan membaca, menghafal, dan memahami Al-Qur’an. Keterlibatan masyarakat dalam menyanyikan Mars MTQ menunjukkan bahwa perhelatan tersebut dapat menjadi ruang kebersamaan yang melibatkan publik secara luas.
“MTQ ini tidak hanya merupakan lomba untuk membaca dan menghafalkan Al-Qur’an, tetapi di dalamnya mempunyai makna sebagai pesta rakyat yang menyatukan masyarakat di lintas agama maupun di lintas latar belakang,” ujar Luthfi saat pembukaan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, Sabtu (12/9/2026) malam.
Menurut Luthfi, penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI juga menjadi momentum penting bagi Jawa Tengah. Setelah 47 tahun, MTQ Nasional kembali digelar di provinsi tersebut. Rekor menyanyikan Mars MTQ secara massal turut memperlihatkan besarnya partisipasi masyarakat dalam menyambut perhelatan nasional tersebut.
Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan gagasan menyanyikan Mars MTQ secara massal berawal dari inspirasi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Saiful Mujab. Gagasan tersebut kemudian dikembangkan melalui kolaborasi berbagai unsur di Kota Semarang.
“Inspirasi untuk menyanyikan lagu Mars MTQ datang dari Pak Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Bapak Saiful Mujab. Kemudian proses penyiapan siswa-siswa, ASN, dan seluruh guru, baik dari Kementerian Pendidikan maupun dari Kementerian Agama, dilaksanakan secara berkolaborasi,” kata Agustina dalam sambutannya seusai menerima sertifikat Rekor MURI.
Kolaborasi tersebut melibatkan Kantor Wilayah Kementerian Agama, Dinas Pendidikan Kota Semarang, Dinas Sosial Kota Semarang, Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Semarang, serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Semarang. Para siswa dan guru dari lingkungan pendidikan serta Kementerian Agama menjadi bagian dari aksi menyanyikan Mars MTQ secara hybrid.
Agustina mengatakan keterlibatan para siswa dan guru menjadi bagian penting dari keberhasilan pencatatan rekor tersebut. Ia memandang capaian itu bukan semata-mata sebagai penghargaan bagi pemerintah daerah, melainkan sebagai apresiasi atas partisipasi masyarakat yang ikut memberi warna pada pembukaan MTQ Nasional XXXI.
“Saya persembahkan piagam Rekor MURI ini kepada anak-anakku, siswa dan para guru yang menyanyi secara gegap gempita dan mewarnai keindahan pembukaan MTQ Nasional ke-31 Tahun 2026,” ujar Agustina.
Menurut Agustina, pencatatan rekor juga dilakukan dengan penghitungan peserta di sejumlah titik yang disiapkan Pemerintah Kota Semarang. Proses tersebut menjadi bagian dari verifikasi sebelum capaian tersebut dianugerahi penghargaan oleh MURI.
Agustina menyampaikan apresiasi kepada MURI yang melakukan penghitungan secara langsung. Ia secara khusus menyebut Ketua Umum MURI Jaya Suprana yang berkenan melakukan penghitungan di tiga titik yang disiapkan Pemerintah Kota Semarang.
Senior Representative MURI Ari Andriani menyampaikan sertifikat tersebut dianugerahkan kepada Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti atas rekor pemrakarsa menyanyikan Mars MTQ secara hybrid oleh peserta terbanyak. Piagam tersebut mencatat jumlah peserta sebanyak 288.262 orang.
Rekor tersebut tercatat dalam Piagam Penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia Nomor 12.918/R.MURI/IX/2026. Piagam itu bertanggal 12 September 2026 dan ditandatangani Ketua Umum MURI Jaya Suprana. Dengan pencatatan tersebut, aksi menyanyikan Mars MTQ secara hybrid dinyatakan sebagai Rekor Dunia MURI.
Pembukaan MTQ Nasional XXXI di Semarang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Agama Romo R. Muhammad Syafi’i, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, para gubernur dan wakil gubernur dari berbagai daerah, anggota DPR RI, Forkopimda Jawa Tengah, serta perwakilan Kementerian Agama dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) dari berbagai daerah.
An/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Lantik Pejabat Eselon II Ditjen Pesantren, Menag: Perhatikan Masa Depan Santri dan 42 Ribu Pesantren
Jakarta, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar hari ini melantik lima pejabat eselon II Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama. Pelantikan…



