Jakarta, Bimas Islam — Sekretaris Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Lubenah, mengingatkan para dai yang akan bertugas di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta perbatasan untuk terlebih dahulu memetakan potensi wilayah, memahami kultur masyarakat, dan membangun komunikasi dengan tokoh agama setempat sebelum menyampaikan materi dakwah.
“Jangan datang-datang langsung ceramah. Petakan dulu potensi wilayah, pahami kultur, latar belakang pendidikan, dan bangun komunikasi dengan tokoh agama setempat. Ambil hati jamaah sebelum menyampaikan materi,” ujar Lubenah, dalam Ceremony Pembekalan dan Pelepasan Dai Wilayah 3T dan Perbatasan Tahun 2026 di Jakarta, Senin (16/2/2026).
Ia menilai, pendekatan tersebut penting agar dakwah tidak terkesan satu arah dan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat. Dai diharapkan hadir sebagai sahabat umat, bukan sekadar penyampai materi.
Menurutnya, relevansi materi juga menjadi kunci, terutama dalam menghadapi generasi muda yang kini mendominasi demografi nasional. Pendekatan dakwah harus kontekstual, membumi, dan mampu bersaing dengan derasnya konten digital.
“Umat butuh dai yang bukan hanya pintar, tapi hangat dan membumi. Generasi kini mencari sosok yang bisa menjelaskan agama secara relevan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Lubenah juga mengungkapkan, dai yang ditugaskan ke wilayah 3T dan perbatasan tidak cukup hanya memiliki kemampuan retorika, tetapi harus mampu menyentuh hati dan membangun kedekatan dengan jemaah.
“Sudahkah kita menjadi seorang dai yang dirindukan? Ketika meninggalkan lokasi dakwah, kita ditangisi jamaah karena merasa kehilangan. Itu tanda keberhasilan,” ujarnya.
Program Dai 3T dan Perbatasan Tahun 2026 merupakan bagian dari penguatan dakwah Ramadan yang menyasar wilayah-wilayah dengan keterbatasan akses pembinaan keagamaan. Pemerintah berharap para dai yang ditugaskan mampu menghadirkan dakwah yang menyejukkan, membangun empati sosial, serta memperkuat ketahanan moral masyarakat di kawasan 3T dan perbatasan.
Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



