Jakarta, Bimas Islam — Kementerian Agama menetapkan 1 Ramadan 1447 H/2026 M jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan ini ditetapkan dalam Sidang Isbat yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (17/02/2026).
Menteri Agama menjelaskan, pada hari rukyat, bertepatan dengan 29 Syakban 1447 H atau Selasa, 17 Februari 2026 M, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia masih berada di bawah ufuk, dengan ketinggian berkisar antara minus 2º 24’ 42” hingga minus 0º 58’ 47”, dan sudut elongasi antara 0º 56’ 23” hingga 1º 53’ 36”.
“Tahun ini rukyatulhilal dilaksanakan di 96 titik pemantauan di seluruh Indonesia,” jelas Menag. Kegiatan tersebut melibatkan para ahli falak dari Kantor Wilayah Kemenag dan Kemenag Kabupaten/Kota yang bekerja sama dengan Pengadilan Agama, organisasi masyarakat Islam, serta instansi terkait lainnya.
Sidang Isbat turut dihadiri berbagai unsur, antara lain perwakilan Mahkamah Agung Republik Indonesia, Majelis Ulama Indonesia, BMKG, Badan Informasi Geospasial, BRIN, akademisi dari Institut Teknologi Bandung, serta tim ahli dari Observatorium Bosscha, perwakilan ormas Islam, dan pimpinan pondok pesantren.
Penentuan awal Ramadan di Indonesia menggunakan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Secara hisab, data astronomis menunjukkan posisi hilal belum memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS, sehingga penetapan awal Ramadan disepakati melalui mekanisme Sidang Isbat berdasarkan hasil hisab dan laporan rukyat.
Pemerintah berharap keputusan ini menjadi momentum kebersamaan umat Islam di Indonesia dalam menyambut bulan suci Ramadan.
“Kita semua berharap umat Islam dapat memulai Ramadan secara bersama-sama sebagai simbol persatuan. Perbedaan yang pernah terjadi menjadi pengalaman berharga, dan mari kita songsong Ramadan dengan semangat kebersamaan untuk Indonesia yang lebih baik,” ujar Menag.
Msk/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



