Jakarta, bimasislam-- Kiprah Menteri Agama Suryadharma Ali dalam memberikan sentuhan pemikiran dan terobosan di dunia pendidikan Islam dan kehidupan umat beragama di Indonesia akhirnya dapat dinikmati dalam sebuah buku. Kegigihan dalam memimpin Kementerian Agama selama hampir lima tahun mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, salah satunya dari Yayasan Ein Institute, sebuah lembaga yang konsen pada kegiatan lintas agama. Apresiasi tersebut dalam bentuk bedah buku yang berjudul “Suryadharma Ali: Gagasan, Ucapan dan Tindakan dalam Mencerahkan Pendidikan Islam dan Kerukunan Umat”. Bertempat di Puri Agung Convention Hall, Hotel Grand Syahid Jaya, Jakarta, Rabu, (26/2/14).
Buku ini sengaja diterbitkan bertujuan untuk mendokumentasikan gagasan, ucapan, dan tindakan Menteri Agama RI, Dr. H. Suryadharma Ali, M.Si yang dinilai berbagai kalangan sangat orisinal. “Melalui dokumentasi semacam ini, maka gagasan yang terserak, pikiran yang hanya terungkapkan, dan tindakan yang terkadang tidak diperhatikan, bahkan tidak jarang disalahartikan, dapat tersampaikan kepada setiap orang, komunitas ataupun kepada publik yang lebih luas”, demikian seperti yang disampaikan penyelenggara acara bedah buku melalui surat elektronik yang diterima bimasislam.
Selain itu, secara khusus acara ini diharapkan sebagai media untuk membedah gagasan-gagasan Mantan Menteri Koperasi ini di bidang Pendidikan Islam dan Kerukunan Umat yang saat ini telah terbukukan menjadi khazanah pengetahuan pendidikan dan keagamaan.
Berbagai gagasan dan trobosan Menag dalam bidang pendidikan Islam, misalkan tentang transformasi dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) ke Institut Agama Islam Negeri (IAIN), IAIN berubah menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) dan gagasan tentang Word Class University sebagai jawaban terhadap kebutuhan zaman tertuang detile dalam buku ini.
Bukan hanya itu, di dalam Buku yang diterbitkan LKiS ini juga mengungkap komitmen Menteri Agama dalam memberikan layanan pendidikan Islam yang berkualitas dan keberpihakannya kepada kaum mustadh’afin (kelompok lemah), juga Pentingnya riset di Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI), Madrasah Riset dan Pondok Pesantren yang berkualitas serta tekadnya memperhatikan pendidikan bagi anak jalanan, anak tak mampu, dan miskin juga disapa melalui Program Pendidikan Terpadu Anak Harapan (DIKTERAPAN).
Di bidang kerukunan umat beragama, Suryadharma Ali, berkomitmen untuk mewujudkan kehidupan umat beragama yang damai, terbuka, dan toleran. Komitmen ini, dapat dilihat di dalam Buku ini pada tema Islam Rahmatan Lil ‘Alamin, Agama sebagai Imam perubahan, Menebar Kedamaian, dan Merajut Persaudaraan umat beragama di sejumlah daerah.
Menteri Agama Suryadarma Ali hadir sebagai keynote speaker, hadir pula sejumlah tokoh dan pejabat pemerintah diantaranya: Wamenag Nasaruddin Umar, Sekjen Kemenag Bahrul Hayat, Dirjen Bimas Islam Abdul Djamil dan sejumlah narasumber sebagai Pembedah Buku diantaranya: Dr. KH. Hasyim Muzadi, Mantan Ketua Umum PBNU, Asrori S. Karni, Wartawan Majalah Gatra, dll ikut melengkapi sederet pembedah. (syam/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



