Sorong, bimasislam -- Pagi itu cuaca sudah mulai terasa panas. Di jalanan terlihat tidak terlalu ramai kendaraan bermotor. Kami pun tiba di tempat yang dituju, Kantor Kementerian Agama Kota Sorong. Disitu tampak sekitar 50 Aparatur Sipil Negara (ASN) masih melakukan apel pagi. Selesai apel mereka pun memasuki ruang-ruang tertentu secara berkelompok. Ternyata mereka bersiap-siap untuk mengikuti kegiatan "pengajian" sesuai agama masing-masing.
Bagi orang Islam istilah yang umum dipakai dalam mengkaji ilmu agama dengan sebutan "pengajian". Tentu tidak ada salahnya juga jika istilah "pengajian" ini digunakan untuk pembahasan masalah agama bagi umat agama lain. Nah, di Kantor Kemenag Kota Sorong dalam sebulan terakhir ini diterapkan kegiatan pengajian masing-masing agama yang dilaksanakan pada setiap hari Senin.
"Hari ini merupakan minggu ketiga kegiatan pengajian atau bintal yang saya gagas sejak saya menjabat sebagai kepala kantor empat bulan yang lalu," kata Nur Rochmat Agus Hidayat, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sorong kepada bimasislam di ruang kerjanya, Senin (31/7).
Kegiatan pengajian bagi karyawan muslim dilaksanakan di ruangan kepala kantor. Sebab di komplek kantor Kemenag yang posisinya berjarak 17 km dari pusat Kota Sorong ini belum tersedia mushalla. Dalam pengamatan bimasislam terdapat sekitar 26 orang ASN mengikuti pengajian tersebut. Bentuk pengajiannya pun digelar menyerupai kultum atau kuliah tujuh menit. Ceramah agama disampaikan oleh seorang pegawai yang ditunjuk secara bergantian selama kurang lebih tujuh menit, lalu dilanjutkan dengan tanya jawab dengan para "jamaah". Diperkirakan pengajian ini memakan waktu selama satu jam.
Para "jamaah" yang mengikuti pengajian tampak antusias mendengar isi ceramah yang disampaikan oleh Ustadz Agung Sabela, S.Ag ini. Keseriusan sangat terlihat ketika masuk pada sesi tanya jawab. Beberapa orang "jamaah" tidak perlu malu bertanya dan memberi tanggapan terhadap isi ceramah yang disampaikan.
Berada di bagian belakang gedung, tepatnya di ruangan Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Sorong, sekitar 11 orang pegawai yang beragama Kristen juga melaksanakan ibadah kebaktian. Pada saat itu yang didaulat menjadi pengkhotbah adalah salah seorang PNS senior di Seksi Pendidikan Agama Kristen, Simon Pallangan. Dalam kesempatan pembacaan khotbah, pria asal Toraja ini menyampaikan keharusan bagi umat Kristen Protestan untuk selalu bersama firman Tuhan agar hidupnya tidak mudah terombang-ambing, tidak mudah dipengaruhi oleh hal lain untuk melakukan hal-hal yang buruk.
Demikian juga para pegawai yang beragama Katolik tidak ketinggalan melakukan "pengajian". Nama pengajiannya adalah Ibadat Sabda, yaitu kegiatan ibadah berupa pembacaan doa pembuka, pembacaan kitab suci, renungan, dan pembacaan doa penutup. Sebanyak delapan orang ASN yang ada di ruangan itu tampak khitmad mengikuti Ibadat Sabda tersebut.
Namun pada hari itu tidak terlihat para pegawai yang beragama Hindu dan Budha melaksanakan ibadah. Sebab kebetulan para pejabat dan staf di Pembimas Hindu dan Pembimas Budha sedang ada kegiatan di luar kantor. Jumlah karyawannya pun terbilang sedikit. Di Pembimas Budha jumlah PNS nya hanya tiga orang yang terdiri dari satu orang PNS dan dua orang pegawai honor. Sedangkan di Pembimas Hindu hanya memiliki PNS sebanyak dua orang tanpa dibantu oleh pegawai honorer.
"Tapi apabila mereka ada di kantor pada hari Senin tetap melaksanakan ibadah berbarengan dengan pegawai agama lain," sebut Nur Rochmat.
Nur Rochmat menjelaskan, kegiatan pembinaan mental bagi pegawai dalam bentuk ibadah sesuai agama masing-masing penting dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman agama di kalangan pegawai. Apalagi sebagai ASN Kementerian Agama dituntut harus lebih memiliki wawasan yang lebih luas tentang ajaran agama masing-masing.
"Sebagai pegawai Kementerian Agama, mereka ini ketika berada di lingkungan masing-masing menjadi tempat bertanya persoalan agama. Seperti ibu yang di pengajian kita tadi dia bertanya tentang masalah kurban kepada penceramah karena sebelumnya dia mendapat pertanyaan serupa oleh tetangganya," tutur mantan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bintuni ini.
Kepala Seksi Pendidikan Agama Kristen Satje Sangke menuturkan, kegiatan bintal seperti ini sangat positif karena dapat memotivasi pegawai untuk melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik.
"Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus berjalan," pungkas perempuan asli Papua ini.
Tidak berbeda jauh dengan Satje Sangke, Kepala Seksi Urusan Agama Katolik Pieter Reynold Mochliat menambahkan, Ibadat Sabda dilaksanakan berisi wejangan-wejangan agar pegawai selain bertambah imannya juga bisa lebih semangat dan maksimal dalam melayani masyarakat sesuai dengan tugas dan fungsinya.
"Apalagi dengan kondisi pegawai kita yang sekarang ini sudah terbantu kesejahteraannya karena adanya tunjangan kinerja," sebut pria campuran Papua dan Toraja ini.
Dalam kegiatan bintal ini, kata Pieter, tidak hanya dilakukan bimbingan rohani tapi juga dimanfaatkan sebagai tukar menukar informasi terkait dengan aturan kepegawaian maupun aturan baru yang terkait dengan pelaksanaan tugas.
(insan/foto:syam/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



