Jakarta, bimasislam— Pengajian “Tanwirul Qulub” yang digagas oleh Wakil Menteri Agama, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, digelar secara rutin di Masjid al-Ikhlas, Gedung Kementerian Agama, Jalan MH.Thamrin, Jakarta Pusat. Pengajian yang terbuka untuk umum ini sengaja dilaksanakan setiap Jumat malam agar masyarakat yang bekerja di bilangan Jalan MH. Thamrin bisa sejenak melepas penat dari kemacetan parah yang biasa terjadi menjelang akhir pekan di jalan-jalan utama ibukota, seraya mendapatkan pencerahan hati dan sentuhan spiritual.
Menurut Mu’idz, salah seorang panitia pengajian ini, sekalipun memiliki kesamaan nama dengan sebuah kitab tasawuf yang ditulis oleh Syaikh Muhammad Amin Al-Kurdi, pengajian Tanwirul Qulub tidak berkaitan dengan sufi tersebut. Namun demikian pengajian ini sendiri sejatinya merupakan sebuah kajian tasawuf yang lebih memfokuskan pembahasan pada pencerahan hati dan penghambaan kepada Tuhan.
Pada hari Jumat lalu (21/3), pengajian rutin yang diawali dengan shalat Maghrib dan berlangsung hingga tiba waktu Isya ini diisi dengan taushiyah dari KH.Luqman Hakim, yang dikenal sebagai pakar tasawuf dan thariqah di Indonesia. Pengisi kajian Majelis Kitab al-Hikam itu menerangkan tentang peran manusia dan keakuannya terhadap ‘amal. Pengakuan terhadap amal yang kerap menghijabi manusia dengan Tuhan, serta beratnya diri untuk berdekat-dekat kepada Tuhan karena niat ikhlas yang tidak mencapai derajat sebagai hamba mukhlasin.
Kyai Luqman juga berpesan bahwa seorang Muslim yang baik, sekalipun ia sudah mencapai derajat yang sangat dekat dengan Tuhan, ia harus kembali kepada masyarakat sebagai wujud dari sifat manusia yangrahmatan lil ‘alamin. (ska/foto: bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



