Jakarta, bimasislam—Bhayu Subrata dan Pratama Widodo, dua orang pendiri komunitas pembaca al-Quran satu juz per hari, One Day One Juz (ODOJ) mendapatkan anugerah sebagai Tokoh Perubahan Republika 2014. Acara tersebut digelar Republika, Kamis (30/04), di gedung Djakarta Theatre, Jakarta Pusat.
Bhayu Subrata merasa terharu dengan pemberian penghargaan itu. Menurutnya, penghargaan yang diraihnya itu bukan untuk mereka berdua tetapi untuk seluruh anggota komunitas One Day One Juz yang kini tersebar di 20 negara di dunia. Dikatakan Bhayu, embrio komunitas tilawah berbasis social media ini sudah ada sejak tahun 2007, kemudian mulai berkembang pada tahun 2009. Komunitas ini lalu melesat sangat cepat pasca grand launching komunitas yang telah berbadan hukum itu pada 4 Mei 2014 di Masjid Istiqlal, Jakarta, yang menghadirkan Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar. Grand launching yang menghadirkan sejumlah artis papan atas dan dihadiri sekitar 50 ribu orang itu disiarkan langsung oleh stasiun televisi swasta nasional dan berhasil meraih rekor MURI untuk kategori membaca al-Quran berjama’ah serentak terbanyak.
Kini, perjuangan alumni Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto itu berbuah manis. Program tilawah al-Quran yang sejalan dengan program Kementerian Agama, Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji (Gemmar Mengaji) itu telah memiliki lebih dari 123 ribu anggota yang tersebar di berbagai Negara seperti Amerika Serikat, Jerman, Jepang, Australia, Hongkong, Turki, Afrika Selatan, dan sebagainya.
Selain Bhayu dan Pratama, penerima anugerah tokoh perubahan 2014 lainnya adalah Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsudin, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, serta Walikota Surabaya Tri Rismaharini. (ska/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



