Jakarta, bimasislam—Kabar duka datang dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ngaringan, Grobogan, Jawa Tengah. Seorang penghulu bernama Nurhadi meninggal dunia sesaat setelah menjalankan tugas di desa Sumberagung, Ngaringan, sekitar 10 KM dari kantor tempatnya bertugas. Setelah mencatat peristiwa nikah, motor yang dikendarai Nurhadi sempat mogok dan dituntun ke bengkel terdekat.
Dalam pesan viral yang beredar di kalangan petugas pencatat nikah pada Rabu (29/7), Dilaporkan bahwa saat menunggu motornya diperbaiki, Nurhadi tertidur, namun kemudian tidak terbangun lagi. Nurhadi kemudian diketahui meninggal di bengkel tersebut.
Kabar duka ini juga sampai ke telinga Dirjen Bimas Islam, Machasin. Saat membuka Kegiatan Koordinasi Pengelolaan SIMBI di Jakarta, Rabu (29/7) mantan Kepala Badan Litbang Kemenag itu mengatakan turut berdukacita dan mengajak seluruh peserta membacakan al-fatihah untuk almarhum. Machasin juga mengajak semua peserta kegiatan untuk mendoakan agar kematian Nurhadi merupakan kematian yang khusnul khatimah atau berakhir dengan baik (sigit/foto:Ilustrasi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



