Banjarmasin, Bimas Islam -- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, mengungkapkan pentingnya penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) hingga tingkat Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai strategi memperluas manfaat zakat agar lebih dirasakan langsung oleh masyarakat.
Hal itu disampaikannya dalam kunjungan kerja ke Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarmasin, Rabu (30/4/2026).
Abu Rokhmad mengatakan, keberadaan UPZ di tingkat kecamatan akan memperkuat penghimpunan dan pendayagunaan zakat secara lebih dekat, terukur, dan tepat sasaran. “Kalau UPZ di tingkat kecamatan, khususnya di KUA, dapat hidup dan berjalan optimal, hasilnya akan sangat bermanfaat. Salah satunya untuk membantu para pengantin baru agar memperoleh dukungan awal dalam membangun kehidupan rumah tangga,” ujar Abu Rokhmad.
Menurutnya, penguatan UPZ di tingkat akar rumput akan membuat distribusi zakat lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan jangkauan yang lebih dekat, manfaat zakat dapat dirasakan lebih cepat oleh kelompok yang membutuhkan.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan lembaga pengelola zakat dalam mengoptimalkan potensi zakat, infak, sedekah, wakaf, serta dana sosial keagamaan lainnya agar memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Potensi zakat, wakaf, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan harus dikelola secara optimal. Pemerintah juga menjadikannya sebagai alternatif pembiayaan untuk mendukung berbagai program, termasuk penanganan bencana, terutama menjelang akhir tahun saat kebutuhan bantuan sosial meningkat,” jelasnya.
Abu Rokhmad turut mendorong jajaran Kementerian Agama di daerah agar terus membangun kemitraan produktif dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ).
Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program strategis Kementerian Agama, khususnya di bidang Bimbingan Masyarakat Islam.
“Seluruh jajaran Kementerian Agama harus terus bergerak adaptif, responsif, dan profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sinergi pusat dan daerah menjadi kunci agar program-program yang dijalankan benar-benar memberi manfaat nyata,” tegasnya.
Melalui kunjungan ini, Ditjen Bimas Islam berharap koordinasi dengan Kanwil Kementerian Agama Kalimantan Selatan semakin kuat. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memperkuat pelayanan keagamaan yang berkualitas, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Msk/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



