Jakarta, Bimas Islam — Nilna Maghfirotul Ilah, ASN Pentashih Mushaf Al-Qur’an Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ), membagikan pengalamannya mengikuti Pelatihan Komponen Cadangan (Komcad) Angkatan I yang digelar Kementerian Pertahanan pada 2026.
Nilna mengikuti rangkaian seleksi Komcad pada 13–18 April 2026. Tahapan seleksi meliputi tes mental ideologi tertulis, tes jasmani berupa lari, sit up, push up, dan renang, tes psikologi, wawancara mental ideologi, hingga penentuan akhir (pantukhir).
Setelah dinyatakan lolos, peserta menjalani masa pengenalan lembaga pendidikan, pembagian pleton, hingga gladi pembukaan pendidikan di Halim sebelum mengikuti upacara pembukaan dan arahan dari Kepala Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan pada 22 April 2026.
Masa pendidikan berlangsung pada 23 April hingga 21 Mei 2026 dengan jadwal kegiatan yang padat dan terstruktur. Aktivitas dimulai sejak pukul 04.00 WIB untuk persiapan, dilanjutkan pembinaan fisik pagi, apel, pelatihan, penyampaian materi, hingga apel malam.
Materi yang diberikan mencakup teknik dasar tempur, disiplin tempur, Peraturan Baris Berbaris (PBB), Peraturan Penghormatan Militer (PPM), latihan menembak pada jarak 25 meter, 100 meter, dan 200 meter, hingga kegiatan disiplin tempur berganda dengan bermalam di hutan.
Menurut Nilna, mengikuti Komcad sebagai angkatan pertama menjadi tantangan tersendiri karena belum memiliki gambaran mengenai pola pendidikan yang akan dijalani.
“Awalnya saya sempat merasa down karena belum tahu sama sekali seperti apa Komcad itu. Saya khawatir tidak mampu mengikuti pola yang sangat terstruktur, teratur, dan penuh aturan. Namun, perlahan saya bisa menyesuaikan diri,” ujar Nilna saat ditemui pada Minggu (24/5/2026).
Ia mengaku memperoleh banyak pengalaman baru selama pendidikan. Rutinitas yang sebelumnya lebih banyak berkutat dengan Al-Qur’an dan pekerjaan administrasi berubah menjadi kegiatan lapangan yang menuntut kesiapan fisik, disiplin, dan kerja sama.
“Biasanya saya bergelut dengan Al-Qur’an dan bekerja di meja kerja. Di sini kami turun ke lapangan, baris-berbaris, merayap, belajar menembak, belajar disiplin tempur, sampai bermalam di hutan. Ternyata itu pengalaman yang seru,” katanya.
Nilna berharap nilai-nilai yang diperoleh selama pendidikan dapat diterapkan setelah kembali ke lingkungan kerja masing-masing.
“Semoga kebiasaan disiplin, tertata, jujur, tanggung jawab, kerja sama, dan kekompakan yang kami pelajari selama pendidikan ini bisa diterapkan di instansi dan satuan kerja,” tuturnya.
Nilai disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama yang dipelajari peserta selama pendidikan Komcad selaras dengan pesan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, agar ASN Kementerian Agama menjaga integritas dan tanggung jawab moral dalam menjalankan pelayanan kepada masyarakat.
Tariman/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



