Yogyakarta, bimasislam-- Dirjen Bimas Islam Prof. Dr. Abdul Djamil, MA mengatakan, bahwa umat Islam harus mampu membaca fenomena secara luas. Hal ini disampaikannya ketika membuka acara Pelatihan Manajemen dan Pengelolaan Pustaka Keagamaan Islam di hotel Jambu Luwuk Daerah Istimewa Yogyakarta (7/5).
Lebih lanjut Djamil menyampaikan hal ini mengingat begitu banyaknya fenomena permasalahan umat Islam yang terjadi saat ini. “Umat Islam harus mampu melakukan pengamatan atas fenomena-fenomena yang terjadi disekelilingnya. Jangan hanya sibuk urusan khilafiyah yang berkaitan dengan furu’iyyah saja”, katanya.
Mantan Rektor IAIN Walisongo ini juga menekankan pentingnya pelestarian terhadap kitab-kitab yang mu’tabar yang ada di pesantren-pesantren, seperti kitab-kitab fiqh, safinatun najah, fathul gharib dan kitab kuning lainnya. Referensi klasik itu harus dilestarikan agar kualitas keilmuan yang terdapat pada kitab-kitab tersebut dapat terjaga dengan baik, tandasnya.
Dalam pantauan bimasislam, Kegiatan Pelatihan Manajemen dan Pengelolaan Pustaka Keagamaan Islam ini dilaksanakan oleh Direktorat Penerangan Agama Islam. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan pustaka khazanah keagamaan, serta isi kandungan pustaka secara lebih baik dan efektif, sehingga pustaka keagamaan dapat dijadikan sebagai literatur materi dakwah islamiyah, serta untuk menumbuhkan minat membaca pada masyarakat muslim.
Pelatihan ini diikuti oleh 50 orang peserta yang berasal dari latar belakang, yaitu pustakawan keagamaan, pengurus masjid, perwakilan Ormas Islam dan perwakilan Kementerian Agama se-Yogyakarta. Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk pustakawan handal yang dapat mengelola perpustakaan yang ada di mesjid-mesjid secara lebih baik dan efektif. (yats/foto:salafibabakan)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



