Kabupaten Pidie, Bimas Islam — Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Islam Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Pidie, Aceh, menyerahkan wakaf 20 naskah Kitab Kifayatul Ghulam untuk mendukung pembinaan keagamaan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Kota Bakti, Rabu (16/9/2026).
Penyerahan wakaf dilakukan dalam kegiatan Coffee Morning dan silaturahmi lintas sektor PD IPARI Pidie bersama jajaran Lapas Kelas II B Kota Bakti di Sakti Point, Kota Bakti.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pidie, Samhudi, mengapresiasi dedikasi PD IPARI Pidie dalam memberikan layanan keagamaan kepada masyarakat. Menurutnya, penyuluh agama memiliki peran penting dalam memastikan layanan dan pembinaan keagamaan menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk warga binaan.
Ia mengatakan, penyuluh agama selama ini memberikan berbagai layanan keagamaan, antara lain bina rohani pasien di rumah sakit serta pembinaan keagamaan di tiga Lapas/Rutan di Kabupaten Pidie yang dilaksanakan secara rutin setiap pekan.
“Dedikasi seperti ini merupakan bentuk nyata kehadiran Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan dan pembinaan keagamaan kepada seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Ketua PD IPARI Kabupaten Pidie, Tgk. H. Mukhlisuddin, mengatakan wakaf 20 naskah Kitab Kifayatul Ghulam merupakan tindak lanjut atas kebutuhan warga binaan yang menginginkan kitab pegangan untuk mendukung kegiatan penyuluhan agama di Lapas.
Menurutnya, kitab tersebut akan digunakan sebagai salah satu bahan pembelajaran dalam kajian tauhid, tasawuf, dan fikih, terutama untuk memperkuat pemahaman ilmu agama dan fardu ain warga binaan.
Kitab Kifayatul Ghulam merupakan salah satu kitab keislaman yang digunakan sebagai bahan pembelajaran dasar keagamaan. Kitab ini memuat pembahasan mengenai pokok-pokok ajaran Islam, termasuk akidah dan fikih, sehingga dapat menjadi pegangan bagi pemula dalam memahami dasar-dasar agama dan kewajiban fardu ain.
“Warga binaan menyampaikan harapan kepada IPARI Pidie agar dapat memfasilitasi kitab pegangan untuk kegiatan penyuluhan. Kami tentu merasa bangga melihat komitmen mereka untuk terus belajar dan mengkaji agama, khususnya ilmu fardu ain sebagaimana yang terdapat dalam Kitab Kifayatul Ghulam,” ungkapnya.
Selama satu tahun terakhir, kemampuan membaca Al-Qur’an warga binaan juga menunjukkan perkembangan positif. Pembinaan keagamaan turut mendukung perubahan sikap dan peningkatan kesalehan warga binaan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan yang tidak hanya memberikan pengetahuan agama, tetapi juga membantu warga binaan mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat.
Kasubdit Bina Penyuluh Agama Islam, Jamaluddin M. Marki, mengapresiasi langkah PD IPARI Kabupaten Pidie dalam memperkuat sinergi dengan Lapas untuk memberikan layanan pembinaan keagamaan kepada warga binaan.
Menurutnya, kehadiran penyuluh agama di Lapas merupakan bagian dari upaya menghadirkan layanan keagamaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Penyuluh tidak hanya menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga mendampingi warga binaan dalam memperkuat pemahaman agama.
“Ini merupakan bentuk nyata kontribusi penyuluh agama dalam menghadirkan layanan keagamaan yang berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Jamaluddin mengatakan, upaya tersebut sejalan dengan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar agar layanan keagamaan tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi memberikan manfaat dan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.
Ia berharap sinergi antara Kementerian Agama, IPARI, dan Lapas terus dikembangkan melalui pembinaan yang berkelanjutan. Dengan demikian, warga binaan memiliki ruang untuk belajar, memperkuat pemahaman agama, dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.
“Semoga kolaborasi seperti ini terus diperkuat dan menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menghadirkan layanan keagamaan yang bermanfaat, humanis, dan berdampak,” pungkasnya.
Msk/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Lantik Pejabat Eselon II Ditjen Pesantren, Menag: Perhatikan Masa Depan Santri dan 42 Ribu Pesantren
Jakarta, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar hari ini melantik lima pejabat eselon II Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama. Pelantikan…



