Jakarta, Bimas Islam — Penyuluh Agama Islam tidak hanya berperan dalam pembinaan keagamaan, tetapi juga dapat memberikan edukasi praktis sesuai kebutuhan masyarakat. Peran tersebut salah satunya diwujudkan melalui Sosialisasi dan Edukasi Layanan Keuangan Syariah bagi Calon Jemaah Haji Waiting List di BSI Paviliun, Jakarta Barat, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas peran penyuluh dalam mendampingi calon jemaah haji selama masa tunggu. Edukasi keuangan syariah diharapkan membantu calon jemaah mempersiapkan kebutuhan finansial untuk perjalanan ibadah secara terencana.
Kasubdit Bina Penyuluh Agama Islam, Jamaluddin M. Marki, yang mewakili Direktur Penerangan Agama Islam Muchlis M. Hanafi, mengatakan, keterlibatan penyuluh dalam edukasi layanan keuangan syariah merupakan bentuk sinergi antara Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Penyuluh Agama Islam.
Menurutnya, penyuluh agama memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat. Karena itu, penyuluh agama dapat menjadi penggerak dan motivator bagi calon jemaah haji, termasuk dalam mempersiapkan aspek finansial.
“Ini merupakan kepercayaan Bank Syariah Indonesia kepada penyuluh agar dapat bersinergi dalam mengedukasi layanan keuangan syariah bagi calon jemaah haji,” ujar Jamaluddin.
Ia mengatakan, edukasi kepada calon jemaah haji perlu disampaikan dalam perspektif keagamaan. Persiapan menuju Tanah Suci tidak hanya mencakup kesiapan fisik dan mental, tetapi juga memastikan sumber pembiayaan berasal dari rezeki yang halal dan tayib.
“Setiap informasi akan lebih mudah disampaikan kepada masyarakat melalui bahasa agama. Karena itu, penyuluh memiliki peran penting untuk menjembatani informasi layanan keuangan dengan kebutuhan spiritual masyarakat,” katanya.
Jamaluddin menambahkan, sinergi pelayanan kepada masyarakat terus dikembangkan, termasuk melalui kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Ia berharap kolaborasi antara lembaga keuangan syariah dan penyuluh agama dapat diterapkan di daerah lain.
Kepala Kemenag Jakarta Barat, Saiful Amri, mengatakan, tuntutan terhadap kompetensi penyuluh agama semakin besar. Penyuluh agama tidak hanya membutuhkan kemampuan keagamaan, tetapi juga keterampilan komunikasi dan wawasan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Skill penyuluh agama harus di atas rata-rata karena perannya sangat banyak di masyarakat,” ujar Saiful Amri.
Menurutnya, calon jemaah haji membutuhkan persiapan yang mencakup aspek spiritual, fisik, dan finansial. Dalam hal ini, penyuluh dapat berperan melalui pendampingan dan penyampaian informasi yang mudah dipahami.
Ia mengatakan pembinaan calon jemaah haji oleh penyuluh selama ini dilakukan dalam berbagai bentuk, termasuk menyampaikan informasi keberangkatan secara langsung kepada calon jemaah.
“Kami berharap sinergi ini bisa terus berjalan dan menghasilkan manfaat serta kemaslahatan bagi masyarakat, khususnya calon jemaah haji,” ungkapnya.
Sementara itu, Branch Manager BSI, Ahmad Zulkarnain, mengajak penyuluh turut menyebarluaskan informasi mengenai layanan dan tabungan haji syariah kepada masyarakat. Edukasi tersebut dinilai penting agar calon jemaah dapat mempersiapkan kebutuhan finansial selama masa tunggu.
“Tabungan haji bukan sekadar tempat menyimpan dana, tetapi bagian dari ikhtiar masyarakat dalam mempersiapkan perjalanan ibadah secara terencana, aman, dan sesuai prinsip syariah,” ujar Ahmad Zulkarnain.
BSI sebelumnya mencatat sekitar 3,2 juta nasabahnya berada dalam antrean masa tunggu haji. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya perencanaan keuangan sejak awal bagi calon jemaah.
Pemahaman terhadap layanan keuangan syariah juga diharapkan membantu masyarakat memilih dan memanfaatkan layanan perbankan sesuai kebutuhan dan prinsip syariah.
Melalui kolaborasi antara penyuluh agama dan lembaga keuangan syariah, edukasi diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. Pendekatan berbasis nilai keagamaan diharapkan membantu calon jemaah memiliki persiapan yang lebih utuh sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Msk/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Lantik Pejabat Eselon II Ditjen Pesantren, Menag: Perhatikan Masa Depan Santri dan 42 Ribu Pesantren
Jakarta, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar hari ini melantik lima pejabat eselon II Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama. Pelantikan…



