Kehumasan yang unggul dari KUA sangat penting untuk menanamkan pengertian, menumbuhkan kepercayaan dan meningkatkan partisipasi umat dalam menyukseskan program KUA. Tenaga humas KUA yang handal mampu menciptakan pengertian umat sebagaimana yang diharapkan. Humas mempunyai fungsi manajemen yang terencana dan berkelanjutan untuk memperoleh pengertian dan dukungan masyarakat dalam menjalankan program pemerintah yang berkaitan dengan KUA. Dalam hal ini humas menjadi unsur penting agar terciptanya hubungan yang harmonis dan saling membutuhkan antara masyarakat dengan KUA.
Pada kenyataannya tidak semua KUA mempunyai SDM yang cukup. Banyak KUA di beberapa wilayah di negara kita yang jumlah peqawainya hanya beberapa orang saja. Hal ini tentu membuat mereka memgemban semua pekerjaan KUA, termasuk tugas kehumasan KUA. Pada implementasinya tugas KUA yaitu melaksanakan pencatatan pernikahan, melakukan pembinaan masjid, zakat, wakaf, baitul maal, produk halal, pengembangan keluarga sakinah dan kegiatan ibadah sosial lainnya. Dalam hal ini tenaga humas KUA menyampaikan informasi-informasi dimaksud kepada masyarakat.
Namun kehadiran penyuluh di KUA telah menguatkan pelaksanaan kehumasan KUA. Penyuluh mampu menjadi Public Relation KUA. Sebagaimana kinerja yang ditunjukkkan Aid Mustaqim sebagai seorang penyuluh yang berkantor di KUA Kecamatan Cilacap Selatan. Meskipun Aid mempunyai tugas-tugas dakwah lainnya diluar kantor yang ditetapkan Kasi Bimas Islam Kankemenag Kabupaten Cilacap, tetapi Aid tetap menyuguhkan peran maksimalnya untuk KUA.
Pentingnya kehadiran penyuluh dalam membantu komunikasi KUA dengan masyarakat, sangat dirasakan oleh Mukhlison, kepala KUA Kecamatan Cilacap Selatan. Cilacap Selatan berbatasan dengan samudera Hindia. Masyarakatnya sangat heterogen. Dibeberapa wilayah bibir pantai merupakan kampung nelayan. Pemukiman pekerja-pekerja industri juga tidak kalah banyak, termasuk pekerja asing. Para pekerja kapal dan perahu penyeberangan serta berbagai profesi-profesi lainya berbaur menjadi kesatuan masyarakat Cilacap Selatan.
Budaya yang berbeda dari masyarakat asli dan pendatang, memunculkan keunikan tersendiri.Cilacap juga telah berkembang menjadi sentra-sentra industri dan pertumbuhan ekonomi, seperti adanyaindustri kilang bahan bakar Pertamina dan pabrik semen. Ditambah lagi dengan pulau Nusa Kambangan yang terdapat sejumlah lapas yang merupakan wilayah khusus Kementerian Hukum dan HAM, semakin memberi warna wilayah Cilacap Selatan. Semua ini menyebabkan masyarakat Cilacap Selatan semakin beragam, baik dari suku maupun mata pencariannya. Keberagaman itu memunculkan karakter masyarakat yang berbeda-beda pula.
Tidak jarang KUA Cilacap Selatan didatangi orang-orang yang mengedepankan emosinya. Tanpa mempertimbangkan etika, mereka menuntut berbagai pelayanan semaunya. Hal ini membuat KUA Cilacap Selatan harus mempunyai strategi sendiri dalam menghadapi mereka. Kedewasaan KUA sangat ditantang disini. Koordinasi dan profesionalitas masing-masing pegawai KUA tentunya sangat dibutuhkan, termasuk kearifan kepala KUA dalam melayani masyarakat. “Menghadapi situasi sepeti ini, kami berdiskusi dengan Penyuluh dan menyelesaikannya bersama”, Mukhlison menambahkan.
Hal lain yang membuat KUA Cilacap Selatan sangat terbantu dengan keberadaan penyuluh adalah dalam hal koordinasi lintas sektoral. Mukhlison menyampaikan bahwa ranah kerja KUA sangat berhubungan erat dengan lintas sektoral, untuk itu KUA harus kuat dalam koordinasinya dengan kecamatan dan instansi-instansi lainnya. “Dalam hal ini Penyuluh telah berperan signifikan menguatkan koordinasi lintas sektoral KUA Cilacap Selatan”, tegas Mukhlison menutup pembicaraannya.
(Lady/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



