Jakarta, bimasislam— Dalam rangka untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan pembinaan pegawai di lingkungan pegawai Kementerian Agama di Gedung Jl. MH. Thamrin 6 Jakarta, Ditjen Bimas Islam dan pengurus Masjid Al-Ikhlas, Kemenag RI menyelenggarakan rangkaian kegiatan keagamaan, yaitu semaan Al-Quran, pembacaan Barzanji bersama, dan ceramah agama (22/1).
Kegiatan diikuti oleh seluruh pegawai Ditjen Bimas Islam dan pegawai lain di lingkungan Kementerian Agama. Acara dimulai sejak jam 8 pagi, dilanjutkan dengan pembacaan barzanji bersama serta mendengarkan taushiyyah agama oleh Dr. KH. Manarul Hidayat, penceramah nasional, rektor Sekolah Tinggi Al-Mahbubiyyah, Cilandak Jakarta.
Dalam ceramahnya, Manarul menyampaikan beberapa keutamaan meneladani sosok Rasululllah kenapa beliau pantas kita peringati hari lahirnya. “Jika ada sekelompok kecil umat Islam yang mengharamkan mauli nabi, memang mereka tidak memiliki ilmu yang cukup, dan saya pengen ketemu mereka”, tegasnya.
Menurutnya, setidaknya ada 3 hal penting kenapa Nabi Muhammad menjadi pemimpin Nabi dan makhluk paling mulia. Pertama, dalam sebuah hadits Qudsi disebutkan, “laulaka wa laulaka ma khalaqtul alam”, jika bukan karena engkau (Muhammad), maka Aku tidak akan ciptakan alam ini. Artinya, nur Nabi Muhammad sesungguhnya sudah ada sebelum alam ini tercipta. Kedua, ketika Allah memerintahkan kepada umat manusia (muslim) tentang sesuatu, seperti sholat, puasa, zakat, haji, dan sebagainya, Allah tidak melakukan itu semua. Namun ketika Allah memerintahkan umat manusia untuk bershalawat kepada Nabi, Allah sendiri juga mengucapkan shalawat kepada Nabi. “Begitu sayangnya Allah kepada Nabi Muhammad, sehingga Allah membaca shalawat”. “Laha kok ada orang yang melarang baca shalawat, Allah aja membaca shalawat”, sindirnya.
Sementara yang ketiga adalah bahwa Allah tidak pernah memanggil Nabi Muhammad dengan panggilan “Muhammad”. “Ini menandakan bahwa Allah sangat mencintai Nabi Muhammad, sementara kalau orang panggil istrinya yang gendut dengan gembrot”, candanya. Dari tigal tadi menunjukkan bahwa Nabi sangat mulia dan pantas disebut sebagai insan kamil, tutupnya. (bieb/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



