Jakarta, Bimas Islam — Ustaz kondang Muhammad Nur Maulana mengajak umat Islam menjadikan Tahun Baru Hijriah sebagai momentum memperkuat peran sebagai pembawa maslahat bagi sesama. Pesan tersebut disampaikannya dalam peringatan 1 Muharam 1448 Hijriah yang digelar Ditjen Bimas Islam Kemenag dalam rangkaian Peaceful Muharam, Senin (15/6/2026), di Masjid Istiqlal Jakarta.
Dalam tausiahnya, Ustaz Maulana menguraikan lima fondasi utama untuk mewujudkan tema Menebar Maslahat, Menguatkan Umat. Kelima fondasi tersebut meliputi prinsip hidup, pilar kehidupan, landasan kebaikan, cara berbuat baik, dan hikmah dari menebar maslahat.
“Menebar maslahat dan menguatkan umat harus dimulai dari diri sendiri. Bagaimana bisa memberi manfaat kepada orang lain kalau diri kita sendiri belum baik,” ujar Ustaz Maulana.
Prinsip Hidup: Hilangkan Kebencian dan Kesombongan
Fondasi pertama yang disampaikan adalah prinsip hidup. Menurutnya, ada empat prinsip yang perlu ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari, yakni menghilangkan kebencian, menjauhi kesombongan, menjadi rahmat bagi orang lain, serta menjadi pribadi yang baik.
Ia menyebut bahwa kebencian hanya akan merugikan diri sendiri. Karena itu, umat Islam diajak membersihkan hati dari rasa benci kepada siapa pun, baik kepada keluarga, tetangga, pemimpin, maupun sesama manusia.
Selain itu, ia mengingatkan bahaya kesombongan yang membuat seseorang enggan menerima kebenaran dan merendahkan orang lain. Menurutnya, ukuran kebaikan seseorang dapat dilihat dari penilaian orang-orang terdekat yang mengenalnya dalam kehidupan sehari-hari.
Pilar Kehidupan: Menjaga Agama hingga Harta
Fondasi kedua adalah pilar kehidupan yang harus dijaga agar kemaslahatan dapat terwujud. Ustaz Maulana menjelaskan terdapat lima hal pokok yang harus dipelihara, yaitu agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta.
Ia mengajak jamaah untuk menjaga agama melalui ibadah dan ketaatan kepada Allah. Jiwa dijaga dengan memperkuat spiritualitas melalui pengajian dan pembinaan keagamaan. Sementara akal perlu dijaga dari berbagai hal yang dapat merusaknya, seperti minuman keras dan perjudian.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga keturunan dari pergaulan yang dapat merusak masa depan generasi muda. Harta juga perlu dijaga dan digunakan secara bertanggung jawab karena kelak akan dimintai pertanggungjawaban.
Landasan Kebaikan: Tolong-Menolong, Kasih Sayang, dan Manfaat
Pada fondasi ketiga, Ustaz Maulana menjelaskan bahwa setiap amal kebaikan harus dibangun di atas landasan yang kuat. Menurutnya, ada tiga landasan utama, yaitu semangat tolong-menolong, kasih sayang, dan memberikan manfaat kepada sesama.
Ia mengingatkan agar masyarakat tidak membeda-bedakan latar belakang seseorang ketika memberikan pertolongan. Menolong sesama merupakan bentuk kemanusiaan yang harus terus dijaga.
Selain itu, kasih sayang menjadi nilai penting dalam membangun kehidupan yang harmonis. Semakin besar manfaat yang diberikan kepada orang lain, semakin besar pula nilai kemaslahatan yang dihasilkan.
Cara Berbuat Baik: Peduli, Sedekah, dan Wakaf
Fondasi keempat adalah cara berbuat baik. Ustaz Maulana menjelaskan bahwa kebaikan tidak cukup hanya menjadi niat, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
Ia mengajak umat Islam meningkatkan kepedulian terhadap kondisi masyarakat sekitar, memperbanyak sedekah dan wakaf, serta aktif mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.
Menurutnya, wakaf memiliki nilai istimewa karena manfaat dan pahalanya dapat terus mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia. Selain itu, menjaga ucapan dan perbuatan juga menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan yang penuh kebaikan.
“Kalau tidak bisa berkata baik, lebih baik diam. Jaga ucapan dan jaga perbuatan kita,” pesannya.
Hikmah Menebar Maslahat bagi Umat
Fondasi terakhir adalah hikmah dari menebar maslahat. Ustaz Maulana menjelaskan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan sejatinya akan kembali kepada pelakunya.
Ia menyebutkan setidaknya ada tiga hikmah utama dari menebar maslahat, yaitu menjadi sebab tertolaknya berbagai keburukan atau musibah, mendatangkan kebaikan bagi diri sendiri, serta memberikan manfaat yang dapat dirasakan banyak orang.
Menurutnya, semakin besar manfaat yang diberikan kepada sesama, semakin besar pula nilai seseorang di hadapan Allah Swt. "Semua kebaikan yang kita lakukan sebenarnya kembali kepada diri kita sendiri. Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain,” ujarnya.
Pada bagian akhir tausiah, Ustaz Maulana juga mengajak umat Islam memanfaatkan bulan Muharam untuk memperbanyak ibadah, puasa sunnah, sedekah, dan berbagai amal sosial sebagai wujud nyata menebar maslahat dan menguatkan umat.
Msk/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



