Jakarta, Bimas Islam — Direktur Jaminan Produk Halal (JPH) Kementerian Agama, Muhammad Fuad Nasar, mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. merupakan momentum untuk memperkuat cinta kepada Allah, Rasulullah, sesama manusia, dan lingkungan.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. adalah momentum untuk memupuk cinta kepada Allah dan Rasul, serta cinta kepada sesama manusia dan lingkungan. Nabi Muhammad yang kita peringati kelahirannya merupakan teladan utama dalam kehidupan pribadi, berkeluarga, bermasyarakat, bernegara, dan teladan dalam membangun tatanan dunia yang berkeadilan dan penuh kedamaian,” ujar Fuad saat memberi sambutan mewakili Menteri Agama Nasaruddin Umar pada peringatan Maulid Nabi di Masjid Keramat Luar Batang, Jakarta Utara, Ahad (21/9/2025).
Fuad menegaskan, meneladani Rasulullah tidak hanya dalam aspek ibadah, tetapi juga dalam kehidupan sosial. “Semua sifat kepemimpinan dan sifat para nabi terdahulu terdapat pada pribadi agung Muhammad Rasulullah saw. Siapa yang ingin sukses di dunia dan selamat di akhirat, contohlah Nabi Muhammad sebagai uswatun hasanah,” ucapnya.
Dalam sambutannya, Fuad juga menyampaikan rasa syukur dapat hadir di majelis maulid di Masjid Jamik Keramat Luar Batang. Ia mengingatkan bahwa di masjid tersebut terdapat makam Al-Habib Husein bin Abubakar bin Abdillah Alaydrus yang wafat pada 1756 M/1169 H. Masjid yang telah berdiri lebih dari dua setengah abad itu kini menjadi bangunan cagar budaya.
“Masjid Luar Batang adalah salah satu monumen dakwah Islam di Jakarta yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Jemaah yang memakmurkan masjid bersejarah ini silih berganti antargenerasi, tetapi masjidnya tetap berdiri untuk selamanya,” katanya.
Pada kesempatan itu, Fuad juga mengingatkan pentingnya menjaga dua nikmat besar dari Allah, yakni keimanan dan keamanan. “Mensyukuri nikmat keimanan adalah memupuknya dengan ibadah dan akhlak mulia, memperkuat hablum minallah dan hablum minannas. Sedangkan nikmat keamanan harus dijaga dengan memperbaiki kesejahteraan rakyat, menjamin kebebasan berpikir, dan membebaskan rakyat dari ketakutan,” ujarnya.
Menurutnya, cita-cita besar bangsa adalah mewujudkan negara yang maju, mandiri, berdaulat, serta menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.
Acara peringatan Maulid di Masjid Keramat Luar Batang juga dihadiri Ketua MPR RI Ahmad Muzani yang memberikan sambutan. Sementara ceramah maulid disampaikan antara lain oleh Habib Nabil Al Musawa dan Habib Jindan bin Novel.
Nanang/Mr



