Jakarta, Bimas Islam — Pendiri Pusat Studi Al-Qur’an, M. Quraish Shihab, menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menegakkan keadilan, menjaga perdamaian, serta menghadapi berbagai ujian kehidupan. Pesan tersebut disampaikannya dalam ceramah pada peringatan Nuzulul Qur’an tingkat kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Dalam ceramahnya, Quraish Shihab mengingatkan bahwa setiap manusia pasti menghadapi ujian dalam hidup, terlebih bagi mereka yang memegang amanah kepemimpinan. “Bapak Presiden, semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin berat ujiannya. Nabi dan rasul adalah yang paling berat ujiannya,” ujar Quraish Shihab.
Ia menambahkan bahwa Al-Qur’an telah mengingatkan manusia tidak akan mencapai tujuan tanpa melalui berbagai ujian dan cobaan. "Apakah kamu mengira kamu akan masuk surga tanpa diuji? Pasti ada ujian. Rasul dan orang-orang beriman sebelum ini telah diuji dengan berbagai cobaan,” jelasnya.
Menurutnya, ujian merupakan bagian dari proses untuk meneguhkan komitmen manusia dalam menjalankan kebenaran dan menegakkan keadilan.
Selain itu, Quraish Shihab juga menjelaskan keistimewaan Al-Qur’an yang terlihat dari keseimbangan kata-kata di dalamnya. “Seimbang kata-katanya. Panas sama jumlahnya dengan dingin. Iman sama jumlahnya dengan kufur. Ushaliḥat, kebajikan sama jumlahnya dengan keburukan. Dampak dari suatu kata seimbang pula. Banyak sekali bukti-bukti bahwa ini tidak mungkin ciptaan manusia,” ujarnya.
Menurutnya, keseimbangan tersebut mencerminkan harmoni yang seharusnya tercermin dalam kehidupan manusia.
“Keseimbangan kata-kata yang digunakan Al-Qur’an mengajarkan kita agar kita pun hidup seimbang… hidup yang seimbang, seimbang jasmani dan rohani, seimbang dunia dan akhirat, dan seimbang segala sesuatu,” katanya.
Dalam menjelaskan ketelitian bahasa Al-Qur’an, ia mencontohkan ayat tentang kewajiban puasa, “Faman syahida minkum syahra falyashumhu,” yang dapat dipahami dalam dua makna yang sama-sama benar.
“Yang satu dipahami dalam arti melihat bulan dengan mata kepala. Yang satu lagi melihat bulan dengan pengetahuan. Dua-duanya benar walau berbeda,” jelasnya.
Perbedaan pemahaman tersebut, lanjutnya, merupakan sesuatu yang wajar dan tidak seharusnya menimbulkan pertentangan.
“Allah ingin mengajarkan kita bahwa perbedaan itu adalah suatu keniscayaan, tetapi perbedaan tidak perlu menimbulkan pertentangan,” ujarnya.
Dalam ceramahnya, Quraish Shihab juga menyoroti makna turunnya Al-Qur’an pada malam Lailatul Qadar yang digambarkan sebagai malam penuh kedamaian.
“Lailatul Qadar dilukiskan dengan ‘Salamun hiya hatta mathla’il fajar’. Salam damai sampai fajar,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kedamaian merupakan pesan utama Al-Qur’an yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kedamaian bermula dari jiwa kita. Kedamaian dari jiwa ini keluar ke tengah masyarakat kita, ke tengah masyarakat dunia. Kedamaian adalah dambaan semua manusia, dambaan semua agama,” tutur Quraish Shihab.
Ia juga mengingatkan bahwa upaya menjaga perdamaian harus berjalan seiring dengan penegakan keadilan.
“Kita ingin damai, tetapi kita tidak ingin mengorbankan keadilan. Kita ingin damai, tetapi keadilan pun hendaknya kita tegakkan,” tegasnya.
Di akhir ceramahnya, Quraish Shihab memanjatkan doa bagi Presiden Republik Indonesia seraya menegaskan bahwa kekuasaan pada hakikatnya berasal dari Allah. Ia berharap pemimpin bangsa diberi kekuatan untuk menjalankan amanah dalam menegakkan keadilan, menyejahterakan rakyat, serta memberantas korupsi dengan keberpihakan kepada masyarakat yang lemah.
Peringatan Nuzulul Qur’an tingkat kenegaraan ini menjadi momentum bagi seluruh bangsa untuk terus menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, sumber nilai, serta kekuatan dalam menjaga persatuan dan kedamaian di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama pada bulan suci Ramadan.
Msk/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



