Kepulauan Sanghe, bimasislam -- Kabupaten Kepulauan Sangihe adalah daerah kepulauan yang terdiri dari 105 pulau dengan hanya 26 pulau yang berpenghuni. Cukup banyak di antara pulau yang berpenghuni tersebut umat Islamnya menjadi minoritas. Anak-anak yang tinggal di pulau yang jumlah umat Islamnya sedikit ini kurang mendapatkan bimbingan agama.
Nirwanti Tahendung, seorang penyuluh agama Islam non PNS mengatakan, anak-anak beragama Islam di pulau Palareng Kecamatan Tabukan Selatan, tempat dia bertugas, tidak mau diajak mengaji. Padahal di pulau ini sudah tersedia sebuah masjid. Alhasil, masjid ini hanya dimanfaatkan oleh Nirwanti mengajari ibu-ibu majelis taklim mengaji Al-Qur'an dan praktek ibadah sholat.
"Kalau ibu-ibunya alhamdulillah mau diajak mengaji, tapi anak-anaknya susah sekali diajak," kata Nirwanti saat ditemui bimasislam, Rabu (14/9) di KUA Kecamatan Tabukan Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Menurut perempuan yang sudah menjadi penyuluh agama Islam sejak tahun 2009 ini, dirinya sudah berusaha semaksimal mungkin mengajak anak-anak untuk mengaji baik secara langsung maupun melalui orang tua mereka masing-masing.
Nirwanti memperkirakan, anak-anak tersebut tidak mau mengaji ke masjid disebabkan jarak yang harus ditempuh cukup jauh. Selain harus menggunakan perahu dayung (sampan), juga harus dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati perbukitan.
Yang lebih memprihatikan, kata dia, anak-anak muslim di pulau ini bersekolah di SD Yayasan Non-Islam dan tidak memperoleh ajaran agama Islam. Padahal menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, sekolah harus menyediakan guru agama kepada peserta didik sesuai agamanya masing-masing.
"Alhasil di sekolah mereka tidak belajar agama, di luar sekolah pun mereka tidak mau mengaji," ungkap alumni paket C Madrasah Aliyah Tahuna ini.
Meski demikian, Nirwanti yang mengisi pengajian dengan menggunakan sampan pada setiap kali berangkat dari rumahnya ini bertekad untuk tetap mengajak dan membujuk agar anak-anak di kampung Bulo, Palareng, dan Batuwingkung ini mau mengaji.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Sangihe Sutarji Adipati ketika dikonfirmasi membenarkan kondisi tersebut. Ketika ditanya mengapa tidak membangun sekolah Madrasah Ibtidaiyah di pulau Palareng agar anak-anak beragama Islam bisa bersekolah disitu, Adipati mengatakan hal itu sulit dilakukan mengingat jumlah populasi muslim di pulau itu yang sangat sedikit.
Jumlah populasi muslim di pulau Palareng hanya 49 jiwa atau 17 kepala keluarga dari 300 an jiwa.
(insan/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



