Bogor, bimasislam—Coaching pembuatan video pendek Kebimasislam yang diselenggarakan oleh Ditjen Bimas Islam pada tanggal 22 sd 24 Maret 2017 di The Highland Resort, Bogor telah menghasilkan berbagai video pendek dari peserta. Video pendek dibuat oleh 15 Kelompok, masing-masing kelompok menghasilkan 1 output yang dinilai oleh Mentor acara dari Film Maker Muslim. Keluar sebagai video terbaik adalah karya kelompok yang mengangkat judul “Pernikahan Dini”, yaitu sebuah video pendek yang mengangkat tema tentang kampanye pendewasaan usia nikah.
Video pendek berjudul “Pernikahan Dini” ditukangi oleh anak mahasiswi UIN Jakarta, Jurusan Faultas Ilmu Komunikasi, Nurul Azka atau yang dikenal dengan nama Instagram NunuZoo dan kawannya, Mutia. Video ini dibintangi oleh Heru Susanto, sebagai Papi, Dewi Indah Ayu, sebagai Mami, Mutia sebagai anak mereka dan Nunu sendiri sebagai bagian dari keluarga.
Cerita video diawali dari obrolan sepasang suami istri (Papi dan Mami) saat mereka santai di dalam rumah tentang pergaulan bebas anak-anak sekarang, dan pada akhirnya mereka menikah dengan terpaksa. Pada saat yang sama, tiba-tiba anak perempuannya lari-lari turun tangga sambil batuk-batuk mau muntah dan pegang perut. Secara spontan, Papi dan Mami kaget dan teriak “jangan-jangan” dengan raut muka mereka yang sangat khawatir. Mereka menduga jangan-jangan anak perempuannya hamil di luar nikah. Namun saat ditemui di kamarnya, ternyata anaknya hanya masuk angin biasa dan sedang dipijit oleh NunuZoo.
Berdasarkan penilaian mentor dari Film Maker Muslim, judul video tersebut keluar sebagai video terbaik, baik dari sisi ide, pengambilan gambar, proses editing, dan pesan yang disampaikan jelas serta diakhiri (closing) dengan gambar yang lucu.
NunuZoo atau Nurul Azka adalah mahasiswi fakultas Fikom UIN Jakarta berbakat yang secara rutin (malam minggu) mempublish video pendek bertema dakwah komedi. Follower-nya lebih dari 93 ribu, dan juga memiliki channel Youtube: youtube.com/c/nunuazka.
Menurutnya, hobby-nya dimulai sejak SMA dan aktif membuat video pendek sejak SMA kelas 2 dan saat ini sudah memasuki bangku kuliah semester 4. Baginya, membuat video pendek merupakan kesukaannya untuk mengekspresikan dirinya, dan selama kuliah di Fikom UIN Jakarta membuat video-video dakwah komedi disertai dengan nilai-nilai positif.
(thobib/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



