Batam, bimasislam-- "Jangan mudah melakukan tukar guling tanah wakaf, karena perssyaratan untuk itu sangat ketat", tegas Dirjen Bimas Islam Abdul Djamil saat memberikan arahan pada Pembukaan Temu Konsultasi Pemberdayaan Tanah Wakaf hari Rabu (30/4) malam kemarin. Penegasan Dirjen tersebut merespon adanya beberapa tanah wakaf yang strategis di tengah kota ditukar guling dengan tanah yang lebih luas di perkampungan, yang ternyata tidak lebih produktif.
Memang cukup menggembirakan potensi wakaf kita. Kita memiliki 353 lokasi wakaf di seluruh Indonesia dari Papua hingga Aceh, ujar Dirjen. Dengan fakta itu, bila diperbandingkan sesunguhnya potensi itu lebih besar daripada Malaysia. Namun, itu baru sebatas potensi yang selalu kita banggakan, belum diberdayakan secara maksimal, singgungnya. Malaysia dengan potensinya yang terbatas telah memiliki Hotel yang bersumber dari dana wakaf.
Pekerjaan rumah kita soal wakaf masih banyak, terutama dalam pemberdayaannya, menurut Mantan Rektor IAIN Semarang ini di hadapan peserta yang memadati ruangan pertemuan. Karenanya, lanjut Djamil, tanah wakaf harus diberdayakan secara produktif, jangan dibiarkan diam secara statis. Pola pikir memanfaatkan tanah wakaf hanya untuk kegiatan sosial seperti pemakaman, musholla/masjid, atau sekolah, dan tidak memperbolehkannya diberdayakan secara produktif harus diperbaharui. Tanah wakaf harus menghasilkan untuk kepentingan umat, imbuhnya.
"Melalui forum ini, saya minta para pejabat Kemenag di daerah agar kreatif menyusun strategi yang baik dan tepat untuk mengoptimalkan tanah wakaf kita", kata Dirjen. Program pemberdayaan wakaf produktif sudah lama dicanangkan, tapi belum berdampak pada produktivitas tanah wakaf, imbuhnya.
Acara yang bertempat di Meeting Room The BCC Hotel and Residence Batam, Kepulauan Riau ini, diikuti oleh 60 orang peserta perwakilan dari seluruh Pejabat Eselon IV bidang wakaf pada Kantor Kankemenag Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepri dan Peserta dari Pusat. Seperti dijelaskan pada berita sebelumnya, kegiatan ini bersamaan pembukaannya dengan kegiatan Rekonsiliasi Data SAK dan SIMAK-BMN Bimas Islam yang diselenggarakan oleh Bagian Keuangan Ditjen Bimas Islam yang dikomandoi oleh Kepalanya Nur Afwa Sofia. (edijun/foto:as-sunnah)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



