Jakarta, bimasislam— Pada tahun 2013, anggaran Kementerian Agama mengalami keterlambatan hingga bulan Juni. Sehingga selama 6 bulan pertama tahun kemarin kita hanya “nunggu” kabar baik dibukanya blokir anggaran. Namun, hal ini diulang meski dalam bentuk yang berbeda dengan anggaran dipotong sejak bulan Juni. “Dulu anggaran terlambat, sekarang dipotong, sehingga pasti capaian tugas dan fungsi Bimas Islam tidak berjalan dengan baik. Namun demikian, kondisi ini hendaknya harus menjadi spirit buat kita untuk terus mengabdi”. Demikian dikatakan oleh Pgs. Dirjen Bimas Islam, Prof. Dr. Abdul Djamil, MA, dalam kegiatan Penyusunan Pagu Anggaran Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam 2014 di hotel Aryaduta, Jakarta (7/7).
Lebih lanjut Djamil menegaskan bahwa tugas dan fungsi Bimas Islam memang begitu banyak, mulai dari pelayanan perkawinan, kemasjidan, produk halal, hisab rulyat, perwakafan, perzakatan, hingga soal-soal yang rumit seperti kerukunan internal umat Islam yang silih berganti. “Coba kalau kita cermati, betapa tugas-tugas Bimas Islam sangat beragama dan kita tetap dituntut untuk bekerja dengan baik untuk melayani umat”, tegasnya.
Oleh karena itu, dalam penyusunan paguanggaran Bimas Islam diharapkan masing-masing unit lebih cermat, hati-hati, dan harus mengerti skala prioritas program Bimas Islam, sehingga anggaran dapat dimanfaatkan dengan baik dan tepat sasaran. Janganlah menyusuin anggaran hanya copy paste tahun-tahun sebelumnya, sehingga kurang greget dan manfaat, tutupnya.
Dalam pantauan bimasislam, kegiatan ini diikuti oleh 40 orang yang terdiri dari petugas teknis perencana perwakilan unit eselon II di lingkungan Ditjen Bimas Islam dan perwakilan dari Biro Perencanaan Setjen Kemenag RI. (bieb/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



