Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Puji dan syukur mari kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga membawa kita memasuki hari yang fitri ini. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, para sahabat, para tabi'in dan seluruh kaum muslimin.
Hari ini, Kementerian Agama Republik Indonesia telah mengadakan Sidang Itsbat yang diikuti oleh para alim ulama, perwakilan negara-negara sahabat, para pimpinan ormas Islam, anggota Badan Hisab Rukyat, dan ahli astronomi.
Alhamdulillah, Sidang Itsbat telah menyepakati dan memutuskan bahwa Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 H jatuh pada hari Ahad tanggal 25 Juni 2017.
Mari kita sambut Hari Raya Idul Fitri yang mulia ini dengan mengumandangkan takbir dan tahmid sebagai ungkapan rasa syukur dan pengakuan atas kebesaran dan keagungan Allah SWT.
Kaum Muslimin dan Muslimat yang Berbahagia,
Alhamdulillah, berkat rahmat Allah SWT, kita telah sampai di penghujung bulan suci Ramadlan. Setelah sebulan penuh berpuasa, kita akan mengakhiri bulan penuh berkah ini dengan merayakan Idul Fitri, hari besar yang membawa kita kepada kesejatian diri.
Bulan Ramadlan yang telah kita lalui mengemban misi utama, mengembalikan jatidiri kemanusiaan kita yang kita raih melalui aktivitas puasa, qiyamul-lail dan ibadah-ibadah lainnya. Seluruh aktivitas ibadah tersebut kita sempurnakan dengan melaksanakan kewajiban membayar zakat fitrah untuk menyucikan jiwa kita.
Zakat fitrah merupakan aktualisasi sikap ketaatan kepada Allah SWT dan kepedulian sosial dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat kurang mampu. Kewajiban menunaikan zakat fitrah dan amal-amal sosial lainnya merupakan bentuk kepedulian Islam untuk membangun keserasian sosial agar sesama manusia bisa saling berbagi, saling mengasihi, dan saling peduli untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Ibadah puasa dan zakat melatih diri kita agar menjadi lebih peka dan sensitif terhadap realitas sosial di sekitar kita. Ibadah zakat menjadi refleksi kemanusiaan untuk menghidupkan kembali api dan semangat fitrah dalam kesadaran kolektif kehidupan umat manusia. Dari sinilah diharapkan zakat mampu menemukan maknanya sebagai wujud pembebasan dan pengentasan masyarakat dari kemiskinan. Pada posisi inilah ibadah puasa dengan tegas menanamkan sikap kepedulian sosial yang perlu kita amalkan terus menerus guna mengatasi ketimpangan sosial.
Kaum Muslimin dan Muslimat yang Berbahagia,
Ibadah puasa menitipkan pesan yang luas, menyentuh seluruh elemen dan dimensi kehidupan manusia. Puasa mendidik para hamba Allah SWT menajamkan nilai-nilai keseimbangan antara kesenangan dan kepedulian, antara kerja dan ibadah, antara kesenangan lahir dan kesenangan batin, serta antara kepentingan individual dan kepentingan sosial. Puasa juga mendorong umat Islam untuk melakukan keseimbangan antara ilmu dan amal, antara rasa takut dan harapan, serta keseimbangan dalam menjalankan ajaran agama. Ini sejalan dengan tujuan akhir dari ibadah puasa, yakni membentuk manusia yang bertaqwa. Ketaqwaan merupakan wujud dari nilai-nilai keseimbangan antara kualitas hubungan vertikal kepada Allah SWT dan hubungan horizontal kepada manusia dan alam semesta.
Dengan berbekal spiritualitas Ramadlan yang baru saja kita lewati, mari kita jadikan hari raya Idul Fitri ini untuk menguatkan tekad saling melebur dosa di antara kita dengan saling memaafkan, menguatkan niat untuk menebar kasih sayang dengan saling mengunjungi dan saling bersilaturrahim. Dengan demikian, menjadi sempurnalah kesucian diri kita, bersih dari dosa kepada Allah dan bersih pula dari dosa kepada sesama kita.
Kaum Muslimin dan Muslimat yang Berbahagia,
Dalam kesempatan yang baik ini, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pengusaha dan pengelola media cetak maupun elektronik yang telah menghadirkan program-program religi, baik berupa talkshow, siaran dakwah, sinetron, dan lain sebagainya yang sangat membantu kaum muslimin dalam meningkatkan kualitas ibadah puasa. Demikian juga, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi positif selama pelaksanaan ibadah bulan Ramadlan.
Akhirnya, atas nama Pemerintah maupun pribadi, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H kepada seluruh umat Islam Indonesia di seluruh tanah air dan di manapun berada, dengan iringan doa:
Semoga kita tergolong orang-orang yang kembali kepada jatidiri kemanusiaan kita, dan tergolong orang-orang yang menang dalam mengendalikan hawa nafsu. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita dan memberkati kehidupan kita dengan kebaikan dan kebahagiaan.
Wassalamu’alaikum Wr Wb
Jakarta, 1 Syawal 1438 H
Menteri Agama RI
Lukman Hakim Saifuddin
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



