Bogor, bimasislam—Setelah cukup lama berkantor di lahan milik sebuah yayasan pendidikan, akhirnya Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ciawi, Bogor Jawa Barat, punya gedung sendiri di area Wisma Kementerian Agama, persis di sebelah Rumah Sakit Umum Ciawi, Bogor. Pegawai KUA di kecamatan yang masuk kawasan Puncak itu mengaku senang dengan kepindahan tersebut.
Pasalnya, status penggunaan gedung sebelumnya adalah hak guna pakai dari sebuah yayasan, sehingga pihak KUA tidak bisa mempertahankan jika yayasan tersebut hendak menggunakan gedung miliknya.
“Status penggunaan lahan sebelumnya hanya hak guna pakai, sehingga kami juga tidak bisa keukeuh mempertahankan diri.” Ujar Elvi Anita Afandi, salah satu pegawai KUA Kecamatan Ciawi kepada bimasislam, Jumat (28/10).
Dikatakan Elvi, memang sudah sejak tahun lalu pihaknya menerima surat permintaan pindah tempat, lantaran pihak yayasan hendak mengembangkan area pendidikan. Gedung yang digunakan oleh KUA Ciawi saat itu termasuk salah satu gedung yang akan dikembangkan oleh pihak yayasan.
Setelah menempuh sejumlah prosedur, akhirnya KUA Ciawi kini berkantor di Wisma Kemenag, satu area dengan Unit Percetakan al-Quran (UPQ) milik Kementerian Agama.
“Ada rasa at home. Kini pegawai merasa sudah ‘berkantor di rumah milik orang tua sendiri’ dalam arti milik Kementerian Agama,” ujarnya.
Elvi menambahkan, dengan berkantor di Wisma Kemenag ini para pegawai punya rasa aman, “Sesuatu yang selama ini mungkin belum kami rasakan secara penuh, “ katanya.
“Dulu kami berkantor di pemukiman penduduk, tanpa penjagaan satpam, sehingga sekadar parkir motor saja ada rasa waswas khawatir hilang,” kenang wanita yang pernah menyabet gelar penyuluh teladan tingkat nasional itu.
“Bahkan, dulu perangkat komputer dan printer pun harus kami kerangkeng seperti kandang kucing Anggora,’ ujarnya menambahkan.
Elvi melanjutkan, hal lain yang membuat pegawai merasa tambah senang adalah lokasi yang strategis di pinggir jalan utama kawasan puncak yang sangat terkenal. “Kami juga diberi peluang untuk sekedar meramaikan dan memperkenalkan wisma kepada masyarakat untuk selanjutnya bisa dimanfaatkan, sehingga ada kontribusi biarpun mungkin secara kuantitatif tidak berarti apa-apa,” ujarnya merendah.
Meski demikian, Elvi berharap kantor KUA yang mereka tempati dapat direnovasi di beberapa bagian karena terdapat kerusakan cukup parah.
“Tentu kami ingin ada renovasi di sana sini, karena beberapa bagian mengalami kerusakan yang cukup parah untuk ukuran sebuah kantor pelayanan publik.”
Elvi dan pegawai KUA Ciawi berharap instansi tempatnya bekerja tidak hanya menjadi kantor yang melayani NTCR (nikah, talak, cerai, rujuk), tapi bisa membantu pemberdayaan masjid, majelis taklim dan lembaga lain yang dimungkinkan. Selain itu juga menjadi sarana internalisasi nilai-nilai ajaran Islam dimana seluruh keluarga KUA harus menjadi teladan bagi lingkungannya.
Ditanya bagaimana hubungannya dengan UPQ mengingat berlokasi di kawasan yang sama, Elvi mengatakan semua pegawai turut mendukung program wisma maupun UPQ.
“Bersama-sama membesarkan dua lembaga ini, setidaknya melalui upaya promotif, karenanya kami membuka diri jika memang diperlukan.” Ujarnya.
Dihubungi terpisah, Kepala KUA Kecamatan Ciawi, Irin Thohirin, juga mengaku gembira dengan perpindahan kantornya. “Setelah pindah, tempat lebih nyaman, tamu pun lebih banyak. Insya Allah keberkahan pun bertambah. Itu yang terpenting.” Katanya.
KUA Ciawi merupakan satu dari 40 KUA yang berada di Kabupaten Bogor. Secara struktur, KUA berada di bawah seksi Urusan Agama Islam. Berdasarkan data, angka peristiwa nikah di keca,atan ini berkisar pada angka 100 pernikahan per bulan. Selama tahun 2015, total terjadi 954 persitiwa nikah yang dicatatkan di KUA Ciawi.
(sigit/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



