Jakarta, bimasislam-- Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Dr. Muchtar Ali, M.Hum mengatakan ada tiga kompetensi yang perlu dimiliki oleh birokrat, khususnya pegawai Ditjen Bimas Islam. Ketiga kompetensi tersebut adalah Kompetensi Teknikal, Kompetensi Manajerial, dan Kompetensi Perilaku. Hal tersebut disampaikan pria yang juga memimpin Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah itu dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Program Pemberdayaan Wakaf Tahun 2014 yang mengusung tema “Kerja Keras, Kerja Ikhlas, Kerja Cerdas, Solidaritas dan Sinergitas”, di Swissbell Hotel, Jakarta, Senin (29/09).
Dijelaskan Muchtar, kompetensi teknikal yang dimaksud adalah penguasaan terhadap materi regulasi, penyajian data, publikasi media, dan sejenisnya. Sedangkan kompetensi manajerial adalah kemampuan pegawai untuk mengatur organisasi dengan menerapkan empat sisi dari The Prophetic Messages yang dikenal dalam agama Islam yaitu Shiddiq, Tabligh, Amanah, dan Fathanah. Tidak cukup hingga disana, kedua kompetensi tersebut, lanjut Muchtar, perlu dilengkapi kompetensi terakhir yakni Kompetensi Perilaku atau attitude yang baik.
Mantan Kasubdit Produk Halal itu menjelaskan jika ketiga kompetensi ini digabungkan menjadi satu, maka harapan terhadap kinerja pemerintahan yang lebih baik dapat mudah dicapai karena tiga kebutuhan pengelolaan program-program birokrasi terpenuhi dengan baik.
Rakernas Ditdaya Wakaf tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Agama, Direktur Pemberdayaan Wakaf, dan para pejabat di Direktorat Pemberdayaan Wakaf, Ditjen Bimas Islam. Acara ini diikuti oleh 70 peserta dari perwakilan Kemenag se-Indonesia, juga menghadirkan peserta dari BWI, BPN, MUI, LKS PWU dan sejumlah Ormas Islam. (Ska/foto:kemenag)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



