Jakarta, bimasislam—Akhir akhir ini, kabar bohong atau hoax ramai beredar di dunia maya, tanpa diketahui siapa yang pertama menyebarnya. Pesan itu dinilai telah mengundang amarah atau rasa takut pengguna. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto mengatakan, viral hoax telah menyebabkan kemarahan oleh karenanya negara harus melakukan sesuatu.
“Ilmu pengetahuan dan teknologi disalahgunakan untuk hal-hal negative, negara harus melakukan sesuatu untuk mencegahnya, saya melihat Kementerian Agama telah melakukan sesuatu yang kongrit, kami sangat memberi apresiasi”, Kata Rikwanto dalam acara Temu Konsultasi Pengelola Media yang digelar Direktorat Penerangan Agama Islam, Ditjen Bimas Islam Kemenag, Kamis (13/04)
Saat ini, menurt Rikwanto telah terjadi penyalahgunaan IPTEK, sarana teknologi tidak digunakan untuk memajukan kemanusiaan, tapi digunakan untuk hal-hal negatif. Oleh karena itu, semua pihak harus melakukan sesuatu untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada berita- berita yang benar.
“Pertemuan seperti ini sangat penting, sebagai upaya mengembalikan otoritas kebenaran faktual media arus utama, mengembalikan kepercayaan pada profesi jurnalis”, ujarnya.
Rikwanto lantas memaparkan data bahwa di Indonesia kini ada sekitar 2.000 media cetak. Namun dari jumlah tersebut hanya 321 media cetak yang memenuhi syarat disebut sebagai media profesional. Sedangkan media online atau siber diperkirakan mencapai angka 43.300, tapi yang tercatat sebagai media profesional yang lolos verifikasi hanya hanya 168 media online. Selain itu hingga akhir 2014 tercatat ada 674 media radio dan 523 media televisi.
Sebelumnya, Sekjen Kemenag Nur Syam saat membuka acara mewakili Menteri Agama menyampaikan bahwa di jaman yang semakin canggih sekarang ini, setiap orang bisa bebas menulis berita dengan berpendapat sesuai dengan versinya sendiri. Mengingat mudahnya penyebaran berita-berita hoax tersebut, dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan maka diperlukan penyamaan persepsi para pengelola media untuk bersama-sama melawan Hoax.
“Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan, hendaknya semua pihak berperan aktif dalam menjaga kesucian mulai dari niat, ucapan dan tindakan khususnya pengelola media baik elektronik maupun media cetak dalam mengimbangi pengaruh negativ dari trend globalisasi informasi”, pesan Nur Syam.
(Syam/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



