Yogyakarta, bimasislam—Sejak dibuka pada tanggal 18 November 2016, Pasar Malam Perayaan Sekaten(PMPS) ramai dikunjungi masyarakat Yogyakarta, juga para wisatawan yang datang dari luar.
Berbagai macam kuliner disajikan disana, dari mulai makanan khas seperti Gudeg hingga makanan Ibu Kota seperti kerak telur ikut meramaiakan. Tidak hanya soal kuliner, pengunjung juga dapat menikmati berbagai jenis hiburan rakyat diantaranya komedi putar, tong stand, hingga kincir raksasa.
Namun diantara berbagai produk lokal ada satu yang menyita perhatian pengunjung, yaitu Pothil yang berada di Stand Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul. Pothil adalah sejenis makanan ringan khas Magelang yang berbahan dasar singkong. Yang istimewa dari Pothil adalah dibuat oleh para santri yatim dan dhuafa.
Tiyas (26) salah satu pengurus Yayasan Pondok Pesantren Yatim dan Dhuafa Madania mengungkapkan bahwa Pothil adalah produk asli bikinan santri yatim piatu dan dhuafa. “Iya, ini semua karya para santri yatim piatu dan dhuafa, silahkan dicoba”, terang Tiyas.
Selain Pothil, para santri juga berhasil membuat makanan khas Yogyakarta yang telah melegenda yaitu Bakpia. “Selain Pothil, anak-anak santri juga membuat Bakpia, semuanya rasanya enak”, imbuh Tiyas.
Untuk kualitas, jangan khawatir, produk anak yatim ini telah mengantongi ijin dari dinas setempat dan dijamin halal. tidak hanya beredar di Yogyakarta namun telah dikirim ke berbagai kota yang ada di Indonesia, termasuk ke Kota Sorong, Papua. (syamsuddin/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



