Bogor, bimasislam-- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, peringatan Isra’ Mi’raj dapat dijadikan sarana mendapatkan pencerahan, pencerdasan, dan pemahaman terhadap makna peristiwa yang dialami Nabi Muhammad SAW kala berjumpa dengan sang khaliq. Seiring dengan perkembangan sains dan teknologi, para pakar ilmu astronomi, peneliti antariksa hingga para professor diberbagai disiplin ilmu,telah menemukan bukti-bukti baru yang menakjubkan. Temuan itu mengkonfirmasi bahwa ilmu pengetahuan makin sejalan dengan ayat-ayat yang terkandung dalam al-Qur’an.
“Hikmah yang makin menegaskan bahwa al-Quran berisi tuntunan ajaran agama yang bersifat rasional. Ajaran agama mengajak umatnya untuk mengedepankan akal dan kecerdasan berfikir secara seimbang, dengan penerapan nilai-nilai universal ajaran ilahi,“ujar SBY di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (28/5) malam.
Selain itu, presiden menegaskan, meski peringatan Isra Mi’raj tahun ini diperingati di saat bangsa akan menghadapi peristiwa penting, yaitu Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014, dirinya berharap seluruh elemen agar menjaga kerukunan dan mementingkan persatuan. "Pemimpin akan terus datang dan pergi, leaders come and go. Tapi negara dan pemerintahan akan tetap ada, dan harus terus dipimpin guna melanjutkan agenda-agenda pembangunan yang berkesinambungan," tegasnya.
SBY juga berpesan kepada mereka yang akan memegang estafet kepemimpinan, wajib mengayomi, memajukan, dan mensejahterakan kehidupan seluruh rakyat Indonesia, tidak terkecuali. Termasuk kepada mereka yang berbeda pilihan politik.
Plt. Menteri Agama, Agung Laknoso dalam sambutannya mengajak umat Islam agar menjadikan peringatan Isra’ Mi’raj sebagai momentum meningkatkan kualitas keimanan dan keilmuan. “Semoga kita semua dapat memetik hikmah peringatan Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini dalam rangka meningkatkan kualitas iman dan taqwa kita kepada Allah SWT serta menjadi motivasi dalam peningkatan ilmu pengetahuan sehingga dapat mewujudkan kehidupan yang lebih sejahtera lahir dan batin menuju hari esok yang lebih baik”,ujar Agung Laksono yang juga Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat ini.
Sementara itu, Prof. Dr. Ir. H. Hery Harjono, Profesor Riset Geologi-Geofisika, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam uraian hikmahnya menegaskan bahwa, pencapaian-pencapaian sains dan teknologi sampai saat ini, bak tangga-tangga (ma’arij) yang disusun sedikit demi sedikit dan dari generasi ke generasi hingga semakin tinggi, haruslah dimaknai bukan hanya untuk mengenal penciptaan itu sendiri tetapi untuk lebih mengenal Sang Pencipta. Dengan demikian pertemuan antara pendalaman makna-makna dari sisi syar’i dan pengungkapan fakta-fakta dari sisi sains adalah sangat penting.
“Isra’ Mi’raj adalah peristiwa besar yang terus menyisakan pertanyaan yang mendorong ke arah pemahaman ciptaan Allah SWT lebih baik dari waktu ke waktu, dan menuntun ke arah penghambaan total kehadirat-Nya”,pungkas Harjono.
Para tamu undangan tampak khidmat mengikuti seluruh rangkaian acara, khususnya saat H. Fathullah Wahyudin Kurnain, Qari terbaik 2 cabang Qira’at ‘Asyiro pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional di Kuwait th. 2014. Di lanjutkan oleh Hj. Rika Harnita SE, Qoriah terbaik 2 pada MTQ di Thailand tahun 2014. Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua Lembaga Dakwah NU, Dr. KH. Zakky Mubarak, MA.
Tampak hadir dibarisan depan, selain SBY, Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden Boediono beserta Ibu Hj. Herawati Boediono. Di baris selanjutnya duduk para duta besar Negara sahabat, para menteri Indonesia Bersatu II, para pemimpin lembaga Negara, pimpinan orams Islam dan pejabat di lingkunagn Kementerian Agama. (syam/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



