Jakarta, bimasislam— “Rukyatul Hilal 1 Syawal 1435 Hyang dikoordinir olehDirektorat Urais dan BinsyarKementerian Agama RI akan dilaksanakan di 111 titik di seluruh Indonesia pada hari Ahad, 27 Juli 2014.Data hisab awal Syawal 1435 H di Markaz Rukyatul hilal POB Pelabuhan Ratu, ijtima terjadi pada hari Ahad, 27 Juli 2014 pukul 05. 42 WIB, tinggi hilal 3.67 derajat, jarak busur bulan matahari 6.53 derajat dan umur bulan 12 jam 11 menit 18 detik”. Demikian dikatakan oleh Dr. H. Ahmad Izzuddin, Mag, Kasubdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat di kantornya (23/7).
Lebih lanjut, merujuk pada referensi empirik bahwa dengan data itu, kemungkinan besar akan dapat teramati (hilal berhasil dilihat), yakni teori limit Danjon versi Odeh; jarak sudut bulan matahari > 6.4 derajat, dan teori kriteria MABIMS (tinggi hilal minimal 2 derajat, elongasi bulan matahari 3 derajat dan umur hilal minimum 8 jam). Semoga dari Sabang sampai Merauke pada saat rukyatul hilal 1 Syawal 1435 besuk pada hari Ahad, 27 juli 2014 ada yang berhasil melihat hilal, tandasnya.
Berdasarkan fatwa MUI no. 2 tahun 2004 tentang penetapan awal Ramadan, Syawal dan Dzulhijjah menyatakan bahwa: (1) Penetapan awal Rramadan, Syawal dan Dzulhijjah dilakukan berdasarkan metode Rukyatul Hilal dan hisab oleh Pemerintah RI cq. Menteri Agama dan berlaku secara nasional; (2) Seluruh umat Islam di Indonesia wajib mentaati ketetapan Pemerintah RI tentang awal Ramadan, Syawal dan Dulhijjah; (3) Dalam menetapkan awal Ramadan, Syawal dan Dulhijjah, Menteri Agama wajib berkonsultasi dengan Majelis Ulama Indonesia, ormas Islam dan Instansi terkait; (4) Hasil rukyatul hilal dari daerah yang memungkinkan hila dirukyat walaupun di luar wilayah Indonesia yang sama dengan Indonesia dapat dijadikan pedoman oleh Menteri Agama RI, urainya.
Press release yang kami terima, sidang isbat 1 Syawal 1435 H akan dilaksanakan di Auditorium HM Rosyidi Kementerian Agama RI di Jl. MH. Thamrin no. 6 Jakarta pada hari Ahad, 27 Juli 2014 dimulai pukul 16.30 dengan pemaparan posisi hilal awal Syawal 1435 H (terbuka untuk umum/media) oleh Cecep Nurwendaya anggota Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama RI dari Planetarium Jakarta. Kemudian pukul 18.50-19.30 sidang isbat (tertutup untuk umum/media) yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama lukman Hakim Saefuddin dengan mengundang seluruh ormas-ormas Islam ; NU, Muhammadiyah, Persis dll). Dan pukul 19.30 baru dilanjutkan pengumuman penetapan awal Syawal 1435 H (Konfrensi Pres) oleh Menteri Agama RI.
Dalam sidang isbat juga dibuka stand simulasi rukyatul hilal yang diselenggarakan oleh subdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat Kemenag RI dengan peralatan teleskop rukyatul hilal, teodolit, rubu mujayyab, dan buku-buku referensi hisab rukyat termasuk Ephemeris dan hisab rukyat dll.(bieb/foto:bimasislam)



