Jakarta, bimasislam—“Jika kita tahu kebaikan Ramadhan, maka kita akan ketagihan. Ramadhan memiliki daya pikat, baik secara ekonomi, sosial, maupun spiritual”. Demikian dikatakan oleh Prof. Dr. H. M. Machasin, MA, Staf Ahli Menteri Agama dalam Kultum harian di Masjid Al-Ikhlas, Gedung Kemenag, Jl. MH. Thamrin 6 Jakarta.
Machasin melanjutkan, dari sisi ekonomi, Ramadhan banyak memberikan berkah kepada para pedagang. “Kalau kita belanja di Tanah Abang, para penjual baju sering bilang, kalau bisa Ranadhan setahun sekali, atau setiap hari Ramadhan.Belum lagi para pedagang dadakan yang menjajakan makanan ta’jil di pingir jalan, sehingga mereka mendapatkan keuntungan ekonomi yang melimpah”, tandasnya.
Ramadhan juga memiliki makna sosial. Pada bulan Ramadhan tumbuh jiwa-jiwa sosial, bagaimana orang-orang yang mampu melalui puasa dapat merasakan pahitnya tidak makan, sehingga terwujud jiwa berbagi berupa sedekah, infaq, dan semacamnya, imbuhnya.
Tentu saja, satu hal lagi Ramadhan memiliki makna spiritual. Dengan gemblengan spiritual selama menjalani ibadah dengan berbagai ritualnya, Ramadhan akan membentuk kekuatan spiritual bagi para pelakunya. Pada saat Ramadhan, hampir setiap kita mencoba menaikkan level spiritual karena kesempatan dan janji-janji yang diberikan Allah dalam bulan mulia ini, ujarnya.
Selain itu, Machasin juga mengangukan tentang tingkatan orang berpuasa menurut Al-Ghazali, yaitu puasanya orang awam, orang khawwash, dan Khawwash-khawwash. Puasanya orang awam hanya sebatas menahan lapar dan dahaga. Puasanya orang khawwash bertambah pada kemampuan menjaga penglihatan, pendengaran, emosi, dan perangai buruk lainnya. Sedangkan puasanya khawwashu-khwwash ditambah dengan tidak memikirkan apapun kecuali Allah. Dalam dunia sufi terdapat pandangan bahwa apa yang kita lihat dapat ditemukan adanya Allah.
“Jika melihat orang cantik, akan menemukan betapa Allah mencintai terhadap hal-hal indah. Melihat orang yang lagi marah akan menemukan betapa Allah memperlihatkan keburukan yang perlu dihindari, dan begitu seterusnya”, tutupnya. (bieb/foto:koleksi-pribadi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



