Jakarta, Bimas Islam — Kepala Biro SDM Sekretariat Jenderal Kementerian Agama, Muhammad Zain, mengungkapkan, promosi jabatan di lingkungan Kementerian Agama ditentukan oleh integritas, kompetensi, dan rekam jejak kinerja, bukan karena kedekatan atau koneksi tertentu.
Hal itu disampaikannya saat memberi materi dalam kegiatan Pembinaan Pegawai Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
“Promosi jabatan itu berdasarkan integritas dan kompetensi yang kita miliki, bukan berdasarkan koneksi yang kita miliki. Setiap orang yang menduduki suatu jabatan harus membuat orang lain berkata, ‘Pantas orang itu berada di posisi tersebut’,” ujarnya.
Menurut Muhammad Zain, penguatan sistem merit dan manajemen talenta menjadi bagian penting dalam mewujudkan birokrasi yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. Karena itu, setiap ASN dituntut terus meningkatkan kapasitas diri dan berani keluar dari zona nyaman.
Ia menilai tantangan birokrasi saat ini semakin kompleks sehingga membutuhkan pola pikir yang adaptif dan inovatif. ASN tidak cukup hanya berpikir di luar kebiasaan, tetapi juga harus mampu merespons perubahan dengan cepat.
“Rata-rata orang berada di zona nyaman. Ketika terjadi perubahan besar, baru kita semua bingung. Karena itu, kita harus terus beradaptasi dan meningkatkan kemampuan diri,” katanya.
Muhammad Zain juga mengajak pegawai Bimas Islam untuk aktif memperbarui data diri dan rekam jejak kompetensi pada sistem kepegawaian. Data tersebut, menurutnya, menjadi salah satu dasar penting dalam pengelolaan talenta dan pengembangan karier ASN.
“Potret manajemen talenta kita hari ini adalah masih banyak orang hebat yang tidak meng-update datanya di SIMPEG maupun MyASN. Padahal data itulah yang menjadi dasar dalam pengelolaan karier dan pengembangan talenta,” jelasnya.
Ia mengimbau seluruh pegawai untuk segera melengkapi berbagai dokumen pendukung, mulai dari riwayat pendidikan, pelatihan, penghargaan, hingga pengalaman kerja yang dimiliki.
“Mulai hari ini, cek kembali MyASN atau SIMPEG masing-masing. Lengkapi seluruh rekam jejak kepegawaian. Jangan sampai perjalanan karier terhambat hanya karena data yang dimiliki tidak diunggah ke dalam sistem,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Zain juga menekankan pentingnya transformasi digital dalam tata kelola birokrasi. Menurutnya, dengan jumlah ASN Kementerian Agama yang sangat besar, seluruh layanan harus didukung sistem digital agar lebih efektif dan efisien.
“Hari ini kita harus mengikuti karakter kepemimpinan digital (digital leadership). Semua layanan publik harus berbasis digital. Kalau masih mengandalkan cara-cara manual, pekerjaan tidak akan pernah selesai,” tegasnya.
Selain digitalisasi, kecepatan pelayanan juga menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah.
“Layanan publik harus cepat. Kalau tidak cepat, kita akan dianggap lambat dan tidak responsif oleh masyarakat,” ujarnya.
Muhammad Zain menambahkan, Kementerian Agama saat ini terus memperkuat penerapan sistem merit sebagaimana menjadi arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar. Melalui sistem tersebut, pengembangan karier ASN dilakukan secara objektif, transparan, dan berbasis kompetensi.
“Era sekarang adalah era meritokrasi. Promosi jabatan ditentukan oleh kualitas, kompetensi, kinerja, dan talenta yang dimiliki. Karena itu, setiap ASN harus mempersiapkan dirinya dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Ia berharap seluruh pegawai dapat mendukung upaya penguatan manajemen talenta dan sistem merit guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, bersih, dan melayani.
“Jika sistemnya baik, siapa pun pemimpinnya akan mampu menjalankan organisasi dengan baik. Karena itu, mari bersama-sama mendukung penguatan sistem merit dan manajemen talenta di Kementerian Agama,” tandasnya.
Msk/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



