Dra. Euis Sri Mulyani, M.Pd
(Direktur Penerangan Agama Islam)
Ibu....
Sembilan bulan dalam kandunganmu
aku dilahirkan dalam senyumu
tak kenal lelah tak kenal waktu
kau taruhkan nyawa antara hidup dan matimu.
Ibu...
Air susumu mengalir dalam darahku
keringatmu bercucuran demi hidupku
kau lantunakan alunan sebuah lagu.
Agar kuterlelap dalam tidurmu.
Ibu...
Kau telah mengandung, melahirkan, membesarkan
mendidik dan mengajariku
dengan kasih sayangmu
ikhlas terpancar dalam wajahmu
peluk cium sentuhan lembut jarimu, jemari lentik membelai seluruh tubuhku, seraya kau ucapkan doa..
Seribu doa di setiap langkahku, agar aku tumbuh menjadi insan yang berguna bagi nusa bangsa dan agama.
Ibu...
Aku mencintaimu, aku menyayangimu
kaulah yang kusanjungkn, kaulah yang kudambakn
Jasa, pengorbananmu, teladanmu selalu terpatri dalam sanubariku
ibu adalah inspirasiku,
terima kasih ibuku..
Kata ibu....
Tiada yang lebih bahagia, selain punya anak yang taqwa
yang selalu mendoakan ibu, siang dan malam di setiap waktu.
Belaian tanganmu mengesan dalam,
fatwa fatwamu tetap menghunjam, ibarat jasa kebaikan ibu, aku tak sanggup membalasmu.
Ibu...
Disana kau berada, setiap waktu kukirim doa
kini kutulis dalam rangkaian kata, dengan tetesan air nata
Desember yang indah mengenangmu sepanjang masa.
Ibu....
Ini doa anakmu
rabbigh firlii wali walidayya warhamhumaa kamaa rabbayaani shagiira.
Selamat hari ibu....
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



