Jakarta, Bimas Islam— Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) menggelar RunMas 2025 5K di Jakarta, pada Minggu (2/11/2025). Kegiatan yang merupakan rangkaian dari Silaturahmi Nasional Aktivis Remaja Masjid Indonesia ini mengusung tema Energi Muda, Gema MADADA (Masjid Berdaya Berdampak), dan diikuti 70 aktivis remaja masjid dari seluruh Indonesia.
Start dari Hotel Mercure Cikini, peserta menempuh rute hingga Monas dan Bundaran HI. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana kampanye masjid berdaya dan berdampak di masyarakat.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menekankan pentingnya masjid sebagai pusat pengembangan karakter generasi muda. “Masjid bukan hanya tempat ibadah, tapi juga laboratorium sosial dan pendidikan bagi remaja. Di sinilah mereka belajar disiplin, berorganisasi, dan membangun kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Arsad, kegiatan RunMas menjadi inovasi pembinaan remaja masjid yang memadukan aktivitas fisik, semangat kebersamaan, dan pendidikan nilai. “Melalui kegiatan fisik seperti lari bersama, energi muda tersalurkan positif. Anak-anak muda belajar bekerja sama, memahami pentingnya konsistensi, dan menjadikan masjid sebagai pusat kreativitas serta aksi nyata,” tambahnya.
Arsad juga menekankan bahwa gerakan masjid berdaya berdampak tidak sekadar slogan. “Kita ingin setiap remaja masjid memiliki kemampuan membangun masyarakat melalui kegiatan nyata, baik dalam pendidikan, sosial, maupun lingkungan. RunMas adalah salah satu medium untuk menumbuhkan kesadaran itu,” jelasnya.
Selain itu, Arsad menyebut bahwa sinergi antarlembaga merupakan kunci keberhasilan program ini. “Dengan dukungan TNI AL dan seluruh jajaran Kemenag, kegiatan ini menunjukkan bahwa pembinaan remaja masjid bisa bersifat komprehensif: membangun fisik, mental, spiritual, dan sosial secara seimbang,” pungkasnya.
Kasubdit Kemasjidan, Nurul Badruttamam, menambahkan, kegiatan RunMas 5K sekaligus menjadi wadah mempererat persaudaraan antarremaja masjid. “Sepanjang rute, peserta berinteraksi, bercengkerama, dan berbagi pengalaman, sehingga tercipta suasana hangat dan menyenangkan. Ini juga memperkuat semangat kebersamaan lintas daerah,” ujarnya.
Nurul menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program jangka panjang pembinaan remaja masjid. “Setiap kegiatan, mulai dari olahraga, bersih-bersih masjid, hingga kegiatan sosial, diarahkan agar mereka mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing,” katanya.
Menurut Nurul, RunMas juga menjadi simbol energi muda yang produktif. “Kami ingin generasi muda masjid sadar bahwa waktu dan energinya bisa digunakan untuk kegiatan positif yang memberi manfaat luas bagi umat. Hal ini sesuai prinsip MADADA: Masjid Berdaya Berdampak,” tambahnya.
Ia mengungkapkan bahwa kegiatan serupa akan terus digelar secara berkala untuk memastikan kontinuitas pembinaan dan membangun generasi muda masjid yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing. “RunMas adalah salah satu inovasi yang membuktikan bahwa pembinaan remaja masjid bisa modern, menyenangkan, sekaligus edukatif,” pungkas Nurul.
Kesan Peserta
Salah satu peserta RunMas 2025, Siti Maryam Siddin, utusan Kanwil Kemenag Papua Barat, mengaku kegiatan ini membentuk jati dirinya. “Menjadi bagian dari remaja masjid di Kota Sorong membuat saya belajar organisasi, persatuan antar-suku, dan cinta masjid. Masjid sudah menjadi rumah kedua saya,” ujarnya.
Siti menambahkan, RunMas bukan hanya olahraga. “Ini wadah kami untuk belajar bekerja sama, menumbuhkan kebersamaan, dan menguatkan ukhuwah antar remaja masjid seluruh Indonesia. Kegiatan ini membuat kami merasa menjadi agen perubahan nyata di masyarakat,” jelasnya.
Sementara Marine Lugina, peserta dari Remaja Masjid Jami Darussalam, Jakarta, menuturkan pengalaman positifnya saat mengikuti RunMas. “Kami memakai seragam yang sama, membawa tumbler dari panitia, dan sepanjang perjalanan bercengkerama satu sama lain. Sampai di Monas, kami mendokumentasikan momen berharga yang tidak akan terlupakan,” katanya.
Marine pun berharap, kegiatan serupa terus berlanjut. “Semoga RunMas dan program seperti ini menjadi sarana rutin mempererat silaturahmi serta menumbuhkan energi positif remaja masjid, agar masjid benar-benar berdaya dan berdampak di masyarakat,” tutupnya.
An/Mr



