Bandung, bimasislam-- Radikalisme selalu menimbulkan masalah. Di banyak negara, radikalisme tak jarang melahirkan berbagai kekerasan, kerugian materil dan bahkan melayangnya nyawa secara cuma-cuma. Bukan hanya itu, radikalisme juga menyebabkan rusaknya tata kehidupan berbangsa, tergerusnya nilai-nilai kebangsaan, tergantikan oleh sikap penuh curiga, rasa tidak aman dan lainnya. Karena itu pulalah radikalisme dipandang sebagai ancaman bagi bangsa Indonesia.
Hal itu dikemukakan oleh Dr. Nur Rohman, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU)Jawa Baradalam sarasehan penanggulangan Radikalisme berbasis Agama di Bandung, Senin (15/12), ada banyak pemicu tumbuhnya radikalisme.
“Radikalisme telah menjadi ancaman serius bagi seluruh bangsa Indonesia”,Tegas Nur Rohman.
Munculnya radikalisme, lanjut Nur Rohmanbisa berangkat dari berbagai faktor, tentu ada faktor agama dan di luar agama. Dari faktor agama antara lain karena adanya pandangan bahwa perbedaan dianggap sebuah bencana. “Di kalangan kelompok radikal, perbedaan itu dianggap bencana”, ungkapnya.
Kemudian yang kedua, imbuh Nur Rohman, biasanya radikalisme juga ada unsur politisasi agama, agama sebagai alat politik, juga sering kali muncul karena agama kurang muatan spiritualitasnya. Faktor lain adalah, adanya semacam taklid buta, yaitu setelah mengalami indoktrinasi tanpa mengembangkan daya kritis yang mestinya bisa untuk membedakan mana gerakan yang benar atau yang semata-mata menunggangi agama.
“NU telahmengembangkan apa yang dikenal dengan ukhuwah wathaniah, insaniah dan Islamiyah. Dalam konteks kebangsaan semua adalah warga negara dan perlu dilindungi oleh konstitusi. Inilah nilai-nilai yang kita kembangkan guna menangkal penyebaran radikalisme di masyarakat,”pungkasnya.
Hadir sebagai panelis, Prof. Dadang Kahmad, Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Ayat Dimyati, Pengurus PW Muhammadiyah Jawa Barat. Acara dibuka oleh Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, Prof. Dr. Machasin, MA. Hadir pula sekretaris Ditjen Bimas Islam, Prof. Dr. Muhammadiyah Amin, M.Ag, perwakilan Ormas Islam se-Jawa Barat. (syamsuddin/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



