Jakarta, bimasislam—Rekrutmen Penyuluh Agama Islam Non PNS digelar serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 20 November 2016. Sebanyak 81.071 peserta akan memperebutkan 45.000 kuota yang disebar di masing-masing Kantor Urusan Agama (KUA) sebanyak 8 orang. Sejak pagi pukul 08.00 WIB, test dilaksanakan dengan standar nasional. Untuk pertama kalinya rekrutmen PAI Non PNS dilakukan serentak dengan standar yang sama.
Direktur Penerangan Agama Islam, Muchtar Ali, dalam release yang disampaikan hari ini (20/11) menyatakan, transparansi menjadi ikon rekrutmen PAI Non PNS tahun ini. Selain menggunakan standar soal secara nasional, proses rekrutmen juga dilakuan secara terbuka dengan menyampaikan pengumuman di masing-masing Kabupaten/Kota, baik melalui media cetak maupun elektronik.
“Kita melakukan terobosan untuk rekrutmen ini. Pertama, pendidikan harus S1, kecuali dalam kondisi tertentu boleh SMA atau sederajat. Kedua, masa bhakti penyuluh 3 tahun, yaotu 2017-2019. Jadi akan ada rekrutmen lagi tahun 2019. Ketiga, test dilakukan serempak di eluruh Indonesia dengan standar soal yang sama. Ini adalah langkah awal untuk menuju penyuluh berkualitas, “ tuturnya.
Muchtar Ali menmbahkan, tes rerkutmen melewati tiga tahap, yaitu seleksi administrasi, test tulis dan wawancara. Seleksi administrasi salah satunya memuat ketentuan bahwa PAI Non PNS berasal dar jurusan Non Pendidikan, kecuali dalam kondisi tertentu. Sebanyak 100 soal terbagi kedalam tiga materi, yaitu wawasan keagamaan, wawasan kebangsaan dan kepenyuluhan agama Islam.
Dalam pantauan bimasislam di beberapa lokasi, pelaksanaan test berjalan sesuai prosedur. Test disambut antusias oleh jajaran Kemenag Kabupaten dan para peserta. Di Kabupaten Kuningan, Kepala Kemenag Drs. Undang Suherman, menyambut baik pelaksanaan tes serempat ini. Menurutnya, Kabupaten Kuningan sangat siap melaksanakan kebijakan Nasional dengan menyiapkan SDM penyuluh yang memiliki kompetensi.
“Kami sangat siap mewujudkan penyuluh berkualitas. Ada 306 peserta yang mengikuti test dan hanya 256 yang akan kami ambil. Ini menunjukan ketatnya proses seleksi yang kami lakukan.” ujarnya.
Begitupun di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, sebanyak 317 mendaftar, lolos administrasi sebanyak 231 akan memperebutkan 152 kuota. Menurut Kepala Kemenag Grobogan, Arifin, pihaknya secara ketat melakukan seleksi administrasi tanpa pungutan sepeser pun.
“Kami optimis akan melahirkan penyuluh yang berkualitas. Kami menyambut reskrutmen terbuka ini, karena mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat,” tuturnya.
Antusiasme tinggi juga dirasakan di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Sejak pukul 08.00 WIT, sebanyak 23 orang mengikuti test. Meski harus menempuh perjalanan yang berat, para peserta sangat antusias mengikuti tes.
“Meski kami ini dikampung, alhamdulillah semangatnya tidak kalah dengan kota,” ujar Nadia, salah satu pengawas di Raja Ampat.
Seleksi nasional penyuluh agama Islam Non PNS yang digelar hari ini serentak di seluruh Kabupaten/Kota akan memilih para penyyluh yang akan dtugaskan selama tiga tahun untuk ditempatkan di tiap-tiap KUA. Antuiasme para peserta dalam mengikuti test merupakan bukti otentik semangat untuk menguatkan dakwah di tengah-tengah masyarakat. Dijadawalkan pada tanggal 1 desember akan diumumkan hasil seleksi secar nasional melalui website kemenag kabupaten/kota.
(bieb-kangjeje/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



