Rata-rata umat Islam memahami bulan suci Ramadhan lewat ceramah-ceramah keagamaan yang disampaikan oleh para ustadz, baik di masjid, mushalla, majelis taklim, aula pengajian, dan lain sebagainya. Ragam hikmah banyak disampaikan setiap waktu, dengan tema-tema yang bervariasi. Hanya saja kadang apa yang disampaikan bersifat sporadis, tidak utuh, yang menjadikan pemahaman kita terhadap puasa di bulan suci Ramadhan menjadi parsial. Apalagi disampaikan oleh beberapa ustadz atau guru yang berbeda-beda, bahkan sering menyampaikan dalam tinjauan yang berbeda.
Menemukan hikmah atau mutiara puasa di bulan suci Ramadhan memang diperlukan fokus dan upaya yang komprehensif agar pesan-pesan moral puasa dapat ditangkap secara utuh. Bukan hal mudah melakukan ini karena dibutuhkan kemampuan seorang ahli agama yang bisa mengungkap mutiara puasa Ramadhan dari berbagai perspektif (tinjauan), yang tentu saja tidak banyak. Sebagai contoh misalnya, tinjauan puasa dari sisi pembentukan akhlak, tinjaun psikologi, pandangan sosial, dan spiritual, termasuk perspektif kesehatan. Jika pun ada membutuhkan energy karena terdapat di berbagai tempat, tulisan, atau kitab yang kadang kita sulit menjangkaunya.
Hal tersebut merupakan masalah bersama. Namun, ternyata persoalan ini telah dijawab oleh sebuah buku yang disusun oleh KH. Cholil Nafis, Lc, Ph.D, berjudul: Menyingkap Hikmah Puasa Ramadhan. Buku setebal x+216 yang diterbitkan oleh Mitra Abadi Press Jakarta ini menyingkap tabir puasa di bulan suci Ramadhan ini dengan tuntas. Sisi ketuntasannya karena ditulis dalam bentuk artikel-artikel pendek yang bisa dibaca dengan santai namun tetap menyerap kalangsungan pesan hikmahnya. Disamping itu, buku ini juga dapat dibaca tidak harus dari awal, namun dapat dibaca sesuai dengan kebutuhan tema yang diinginkan, kapan kita mau, karena setiap artikel disajikan dengan lengkap oleh penulisnya.
Beberapa tema dapat diungkap di sini, diantaranya:Mengapa puasa diwajibkan? Tulisan ini mencoba membangun fakta dan logika tentang alasan kenapa puasa Ramadhan diwajibkan bagi umat Muhammad. Memahami alasannya tentu sangat penting agar kualitas puasa kita bukan hanya sekedar euphoria, atau ikut-ikutan trend karena di sekelilingnya banyak yang berpuasa. Ada juga artikel yang membahas tentang bagaimana mencari makna hidup dengan berpuasa? Bagi sebagian orang, puasa itu menjadi hambatan atau setidaknya ujian dalam hidup, sehingga menghalagi berbagai aktifitas produktif. Namun, pada tema tulisan ini kita justru diajak menemukan makna hidup melalui puasa.
Dari sisi teologis, ditulis juga artikel yang berjudul: Nilai Tauhid dalam Puasa. Pembacanya diajak menemukan aspek-aspek teologis bagaimana dengan puasa itu dapat menemukan keyakinan kepada Tuhan. Diulas juga artikel menggapai kualitas umur melalui puasa Ramadhan, pendidikan karakter anak, training manajemen syahwat, dan masih banyak lagi. Satu artikel lagi yang juga cukup menarik adalah dengan puasa dapat membendung kebrutalan korupsi. Perilaku korupsi yang semakin meluas, dan dilakukan oleh hampir semua kalangan, ternyata dapat dikendalikan melalui pendekatan keagamaan, salah satunya dengan berpuasa. Tentu puasa dengan kualitas bagus, dengan menemukan spirit yang mengandalkan sebuah pemahaman akan tanggung jawab kepada Tuhan melalui nilai-nilai kejujuran sebagai cerminan integroitas, serta masih banyak artikel menarik lainnya.
Namun, layaknya sebuah tulisan buku, karya ini bukan tidak memiliki kelemahan yang menjadikan catatan untuk penyempurnaan pada penerbitan selanjutnya. Dari ragamnya tulisan artikel dalam buku ini hanya dijadikan satu kumpulan tulisan, yang tidak dibuat rumpun-rumpun yang rapi dan sistematis. Sehingga pembacanya perlu memilah-milah sendiri kategori hikmah puasa Ramadhan dalam banyak pandangan. Akan tetapi, kelemahan itu bisa ditutupi dengan cara penulisannya yang enak dicerna oleh hampir semua kalangan, sehingga kening tidak perlu dikerutkan. Selamat membaca!
(Thobib al-Asyhar)



