Jakarta, Bimas Islam — Ribuan warga memadati gelaran Harmony Fun Walk yang digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) pada Minggu (16/11/25) di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan M.H. Thamrin, Jakarta. Sejak pukul 06.00 WIB, peserta dari berbagai usia, profesi, agama, dan latar sosial sudah berbaur dalam suasana penuh kebersamaan.
Peserta dari berbagai agama hadir dan mengikuti rangkaian acara hingga selesai. Salah satu peserta, Linda (42), dari Parisadha Buddha Dharma Niciren Syosyu Indonesia (PBDNSI), mengaku senang dapat terlibat. Ia menilai kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan yang jarang terjadi bagi warga lintas pemeluk agama.
"Pesan yang saya rasakan dari acara toleransi dan jalan bersama ini adalah pentingnya mendorong generasi muda lintas agama untuk bersatu dan bekerja sama. Saya sangat senang karena bisa bertemu teman-teman dari berbagai wilayah dan berbagai agama. Di sini kita berkumpul dalam semangat persaudaraan dan menghargai keyakinan masing-masing. Saya benar-benar bahagia bisa ikut kegiatan ini,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan I Putu Alit Tunggal Yasa dari Komunitas Seniman Bali. Ia menilai Harmony Fun Walk layak menjadi kebanggaan Indonesia.
“Saya mengapresiasi Harmony Fun Walk yang diselenggarakan Ditjen Bimas Islam. Saya sangat bangga. Mudah-mudahan kegiatan ini berlanjut dan konsisten, karena ini menjadi kebanggaan Indonesia di mata dunia bahwa toleransi kita sangat tinggi. Semua agama dapat dirangkul di sini, terlihat dari beragam penampilan tadi,” katanya.
Perwakilan Ditjen Bimas Katolik turut menyampaikan penghargaan pada momentum Hari Toleransi Internasional. Mereka menekankan pentingnya memperbanyak ruang bertemu dalam suasana positif.
“Kami dari Ditjen Bimas Katolik mengucapkan selamat memperingati Hari Toleransi Internasional. Semoga kita terus merawat kebersamaan. Perbedaan adalah kekuatan untuk membangun silaturahmi,” ucap mereka.
Suasana kegiatan berlangsung meriah. Peserta tampak berinteraksi tanpa sekat, saling bertukar cerita, dan berfoto bersama. Penampilan grup musik dari Ditjen Bimas Kristen turut menghangatkan kebersamaan peserta lintas agama tersebut.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, mengapresiasi tingginya partisipasi publik, termasuk dari masyarakat nonmuslim. Ia menilai kerukunan tumbuh melalui ruang perjumpaan yang sehat dan inklusif.
“Kehadiran saudara-saudara kita dari berbagai agama menunjukkan bahwa pesan harmoni diterima luas oleh masyarakat. Interaksi seperti ini memperkuat kepercayaan sosial dan mengikis prasangka yang muncul akibat minimnya perjumpaan,” ujarnya.
Ribuan peserta yang hadir membuktikan bahwa masyarakat Indonesia memiliki semangat untuk hidup rukun. Harmony Fun Walk menjadi contoh bahwa kegiatan publik dapat menyatukan perbedaan dan menghadirkan energi positif bagi masa depan bangsa.
Mwr/Mr



