Semarang, Bimas Islam — Ribuan warga dari berbagai kalangan memadati kawasan Taman Indonesia Kaya, Semarang, dalam kegiatan Sakinah Fun Walk yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis Kemenag dalam memperkuat ketahanan keluarga, mendorong transformasi layanan keagamaan, serta meningkatkan kesadaran sosial masyarakat menjelang Ramadan.
Sejak pukul 06.00 WIB, masyarakat mulai berdatangan bersama keluarga, komunitas, dan rekan kerja. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan jalan santai, tetapi juga menyediakan layanan edukasi keluarga, konsultasi keagamaan, serta ruang interaksi sosial yang terbuka bagi masyarakat luas.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun ketahanan sosial.
“Ramadan bukan hanya momentum ibadah individual, tetapi momentum memperkuat relasi keluarga. Dari keluarga yang kuat, lahir masyarakat yang harmonis dan berketahanan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membumikan konsep keluarga sakinah maslahat sebagai basis pembangunan masyarakat. Menurutnya, penguatan keluarga tidak hanya berdampak pada kehidupan rumah tangga, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap stabilitas sosial dan pembangunan bangsa.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kementerian Agama juga meluncurkan program “The Most KUA Sakinah Maslahat”, sebagai langkah transformasi Kantor Urusan Agama (KUA) menjadi pusat layanan keagamaan yang lebih proaktif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Program ini mendorong KUA untuk tidak hanya berfungsi sebagai penyedia layanan administratif, tetapi juga sebagai pusat edukasi, konsultasi, dan pemberdayaan keluarga. Layanan keagamaan diarahkan untuk lebih aktif menjangkau masyarakat melalui pendekatan yang dialogis dan partisipatif.
Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ahmad Zayadi, menegaskan bahwa transformasi ini merupakan langkah konkret dalam reformasi layanan keagamaan.
“KUA tidak boleh lagi sekadar menunggu. KUA harus hadir, menyapa, dan menjadi solusi atas persoalan keluarga dan keagamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari kampanye Gerakan Sadar Pencatatan Nikah (GAS Nikah), yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencatatan pernikahan sebagai dasar perlindungan hukum keluarga.
“Pencatatan nikah bukan sekadar administrasi, tetapi fondasi perlindungan hak suami, istri, dan anak. Tanpa itu, keluarga rentan terhadap berbagai persoalan hukum dan sosial,” tambahnya.
Selain penguatan keluarga, kegiatan Sakinah Fun Walk juga mengusung pendekatan ekoteologi dengan mengintegrasikan kepedulian lingkungan dalam aktivitas keagamaan. Panitia menyediakan puluhan titik tempat sampah, sistem pemilahan, serta tim edukasi yang mengajak peserta menjaga kebersihan sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual.
Pendekatan ini menegaskan bahwa nilai keluarga sakinah tidak hanya berkaitan dengan keharmonisan relasi, tetapi juga mencakup kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari praktik keagamaan yang utuh.
Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan berbagai hiburan, pembagian doorprize, serta penampilan musik yang menciptakan suasana hangat dan inklusif. Pendekatan ini dinilai efektif dalam menyampaikan pesan keagamaan secara lebih ringan dan mudah diterima oleh masyarakat.
“Kami ingin dakwah hadir dengan wajah yang ramah, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan masyarakat,” ujar salah satu perwakilan panitia.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif keluarga, anak-anak, hingga komunitas yang berbaur dalam suasana kebersamaan. Selain berolahraga, mereka juga memanfaatkan layanan konsultasi keluarga dan edukasi yang tersedia di lokasi kegiatan.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama berharap nilai kebersamaan, kepedulian, dan ketahanan keluarga semakin tumbuh di tengah masyarakat. Ramadan diharapkan tidak hanya menjadi momentum peningkatan spiritualitas individu, tetapi juga penguatan relasi sosial dan keluarga sebagai fondasi utama kehidupan bermasyarakat.
Mw/Mr



