Bandung, Bimasislam—Selain membangun infrastruktur dan program pembangunan lainnya, Walikota Bandung, Ridwan Kamil, juga memiliki sejumlah program keagamaan Islam di ibu kota Provinsi Jawa Barat itu.
Kang Emil, demikian ia akrab disapa, punya keinginan agar kualitas pembangunan kota diimbangi dengan peningkatan kualitas spiritual. Kegiatan Keagamaan Islam di kota berjuluk Paris Van Java itu di antaranya adalah Gerakan Maghrib Mengaji yang digelar di sekitar 2000-an masjid di Bandung. Untuk menggerakan program ini, anak-anak usia SD dan SMP diwajibkan ke masjid untuk membaca Alquran dari Maghrib sampai dengan tiba waktu Isya. Pemkot Bandung, tambah dikatakan Emil, telah mengalokasikan anggaran mencapai Rp. 6 Milyar untuk kesejahteraan guru mengaji.
Program keagamaan lainnya adalah diluncurkannya gerakan “Ayo Bayar Zakat” yang dilaksanakan melalui aplikasi ponsel pintar. Gerakan ini telah menaikkan penerimaan zakat profesi yang dihimpun dari seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Bandung hingga meningkat lima kali lipat. “Bayangkan kalau dulu setahun hanya Rp 6 miliar ini bisa sampai Rp 24-25 miliar,” Ujar Emil.
Kegiatan lain yang terus dilakukan oleh Pemkot Bandung adalah Gerakan "Shalat Subuh Berjamaah". Gerakan yang dilakukan setidaknya satu kali seminggu ini digelar di Masjid-masjid di Kota Bandung. Sasaran dari gerakan ini adalah anak-anak muda, dengan tujuan meningkatkan kualitas generasi yang kokoh secara fisik dan mental.
Selain itu, terdapat juga kegiatan pengajian bulanan yang menjadi sarana pembahasan masalah umat antara para ulama dan pemerintah kota Bandung. Kegiatan ini digelar di Rumah Dinas Pendopo Walikota Bandung.
Di tahun 20107 ini, juga dibangun gedung lima lantai yang difungsikan sebagai Pusat Pengkajian Al-Quran (LPTQ). “Tujuannya adalah agar kajian-kajian Alquran makin berkembang pesat di tatar parahyangan. Agar anak cucu kami adalah generasi Qura’ni,” katanya.
Pembinaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di Kota yang dikenal dengan sebutan Kota Kembang juga berjalan dengan baik. Hasil pembinaan secara intensif ini membuahkan hasil dengan diraihnya prestasi juara selama enam kali berturut-turut pada perhelatan MTQ tingkat provinsi Jawa Barat. Tak cukup di situ, Emil menambahkan bahwa para Qori/Qoriah terbaik akan diberangkatkan ibadah haji ke tanah suci. “qari atau qariah terbaik biasanya kami Hajikan.” Ujar Emil.
Upaya Ridwan Kamil dalam membentuk masyarakat yang religius pun membuahkan hasil dengan terpilihnya Kota Bandung sebagai Kota Paling Islami se-Indonesia menurut survey Maarif Institute Tahun 2016.
Selain itu, program lain yang tengah disiapkan adalah Program Dakwah Digital yang ditujukan untuk melawan konten negatif di media sosial.
“program itu dibangun sambil mengedepankan nilai-nilai toleransi, keadilan proporsional dan melindungi ibadah-ibadah non-muslim dengan cara yang baik dan Pancasilais.” Ujarnya.
Lebih lanjut, Emil mengatakan bahwa pada Bulan April 2017, survey oleh Instrat menyebut bahwa sebanyak 88,8% warga merasa bangga menjadi warga Bandung. 80,2 % warga merasa bahagia tinggal di Bandung. “(Semoga) menuju era Baldatun Thayibatun Warabbun Ghafur.” Harap pria yang mendalami arsitektur itu.
(Sigit-vikry/foto: infobdg.com)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



