Jakarta, bimasislam-- Dalam pidato yang menggunakan bahasa Arab, Grand Syeikh Al-Azhar Mesir, Ahmad Muhammad Ahmad Thayyib sempat menyinggung soal masuknya Islam ke Indonesia serta tempat tinggal mahasiswa Indonesia di Mesir yang disebut dengan ruwak Jawa.
Menurut Grand Syeikh, Islam masuk ke Indonesia melalui perantara para pedagang muslim. Kelembutan hati orang Indonesia juga menjadi kunci penting Islam bisa diterima dengan baik di Nusantara.
“Kawasan Nusantara telah Allah jadikan berhati lembut dan sangat tertarik kepada Islam, karena ajaran dan akidah Islam yang sangat jelas toleran dan penuh keadilan. Kawasan Nusantara merupakan kawasan di Asia yang pertama kali menerima Islam yang dari waktu ke waktu Islam terus mengalami kemajuan sehingga Indonesia menjadi negara muslim terbesar dunia, dan mereka juga merupakan bangsa yang mencintai Allah dan Rasul-Nya serta al-Qur’an dan ajarannya”, terang Grand Syeikh.
Grand Syeikh juga menyinggung soal hubungan antara bangsa Indonesia dan Mesir. Selaras dengan para sejarawan, bahwa hubungan tersebut telah dimulai beberapa abad yang lalu melalui hubungan dagang, pendidikan dan kebudayaan, dimana saat itu banyak para jamaah haji Indonesia yang sengaja datang ke Mesir untuk menuntut ilmu di Al-Azhar. Sejarawan Eropa mencatat bahwa pada pertengahan abad ke 19 M telah dimulai kedatangan mahasiswa pelajar Indonesia di Al-Azhar yang menuntut ilmu dari para ulama Al-Azhar di Mesir.
Grand Syeikh juga mengungkapkan bahwa asrama yang ditinggali mahasiswa Indonesia sangat terkenal dengan sebutan ruwak Jawa. “Mahasiswa Indonesia di Al-Azhar, tinggal di asrama-asrama yang di sebut dengan ruwak Jawa. Selain itu, menurutnya banyak penerbit Mesir yang menerbitkan berbagai karya ulama Indonesia. ”, ujar Grand Syeikh.
Hingga kini, ribuan pelajar dan mahasiswa disebut tengah menempuh pendidikan di Al-Azhar, disaat yang sama Al-Azhar terus mengirim guru bahasa Arab diberbagai sekolah di Tanah Air.
“Saat ini ada sekitar 5000 pelajar dan mahasiswa Indonesia yang belajar di Al-Azhar di antara mereka ada yang mendapatkan beasiswa. Saat ini setiap tahun Al-Azhar memberikan 20 beasiswa kepada mahasiswa Indonesia selain itu setiap tahun Al-Azhar mengirim guru bahasa Arab ke sekolah sekolah di Indonesia dengan jumlah 31 orang”, ungkap Grand Syeikh”. (syam/ bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



